Hits: 90

Kurratul Aina / Jennifer Francesca

Pijar, Medan. Selain empat gerbang utama di Jalan Dr. Mansyur, Universitas Sumatera Utara (USU) memiliki beberapa pintu alternatif yang digunakan oleh para sivitas akademika untuk keluar-masuk lingkungan kampus. Pintu-pintu tersebut adalah Pintu “Sumber” dan Pintu “Doraemon” yang terletak di Jalan Universitas, serta Pintu “Jebol” yang terletak di simpang antara Jalan Tri Dharma dan Jalan Bioteknologi.

Mengenal Tiga Pintu Alternatif di USU, Jam Operasional, dan Sistem Keamanannya - www.mediapijar.com
Pintu Jebol USU, terletak di antara Jalan Tri Dharma dan Jalan Bioteknologi
(Fotografer: Jennifer Francesca)

 

Pintu-pintu alternatif ini memberikan banyak manfaat, khususnya kemudahan akses bagi mahasiswa, staf, tenaga pendidik, hingga dosen yang berjalan kaki di lingkungan kampus. Saat ini, ketiga pintu ini memiliki karakteristik dan jam operasional yang beragam.

Mengenal Tiga Pintu Alternatif di USU, Jam Operasional, dan Sistem Keamanannya - www.mediapijar.com
Pintu Doraemon USU, terletak di penghujung Jalan Universitas
(Fotografer: Jennifer Francesca)

 

Pintu Sumber dibuka mulai pukul 06.00–20.00 WIB pada hari Senin hingga Sabtu, dan ditutup pada hari Minggu. Pintu Doraemon dibuka setiap hari Senin–Jumat mulai pukul 06.00–17.00 WIB. Sedangkan, khusus Pintu Jebol dibuka setiap harinya pada pukul 06.00–22.00 WIB.

Kepala Tim Bina Lingkungan USU (Katim Binsus), Fandi Martopo, menyatakan bahwa penerapan jam operasional ini merupakan upaya Satuan Pengaman (Satpam) USU untuk mencegah terjadinya kejahatan di lingkungan kampus. Ia mengungkapkan bahwa sebelum ditetapkannya jam operasional pada ketiga pintu alternatif ini, marak terjadi kasus pencurian, termasuk pencurian fasilitas-fasilitas kampus seperti komputer, air conditioner (AC), kabel listrik, kerangka besi, hingga barang-barang pribadi di lingkungan USU.

“Kami melakukan tutup-buka pintu itu sebenarnya sebab sudah banyak melihat peristiwa-peristiwa di kampus. Dulu, pergerakan orang keluar-masuk USU sangat mudah, sehingga tingkat kehilangan dan kejahatan itu tinggi. Setelah kami adakan jadwal penutupan khusus ketiga pintu alternatif ini, akhirnya dapat meminimalisir kejahatan yang terjadi,” jelasnya.

Fandi turut menyebutkan bahwa setiap pintu yang menjadi akses keluar-masuk di lingkungan USU dijaga dan diamankan oleh para satpam, sesuai dengan prosedur operasional standar dan kebijakan yang berlaku. Penjagaan harian terbagi menjadi tujuh pos, termasuk pos keamanan di area Pintu Sumber, Pintu Doraemon, dan Pintu Jebol.

Meski begitu, menurut pengakuan Mahesa Rahman Suandi, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, pelaksanaan sistem keamanan ini tidak selalu berjalan sesuai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Penjagaannya tidak terlalu ketat, bahkan terkesan tidak dijaga sama sekali. Ada baiknya intensitas penjagaan yang ada ditingkatkan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Raditya Ardesta, mahasiswa Fakultas Pertanian yang turut menyampaikan hal serupa.

“Pintu alternatif ini sangat membantu bagi saya sebagai mahasiswa yang ngekos. Tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan tidak terlalu lelah ketika berjalan. Akan tetapi, harapan saya penjagaannya bisa lebih baik lagi agar tidak terlalu menakutkan, terlebih lagi jika melewati pintu tersebut di malam hari,” harapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Fandi menyatakan bahwa para satpam USU akan terus mengevaluasi, serta meningkatkan kinerja dan sistem keamanan yang efektif demi menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi para sivitas akademika.

“Ini akan kami jadikan evaluasi internal, supaya keamanan di kampus makin terjaga dan semua orang di USU juga bisa lebih nyaman,” ujarnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment