Hits: 15

Adinda Amelia Putri Br. Tarigan

Pijar, Medan. “Scott Street” merupakan salah satu lagu dari album Stranger in the Alps yang ditulis oleh Phoebe Bridgers. Dilansir dari popmama.com lagu ini merupakan hasil kolaborasi Phoebe Bridgers dengan Marshall Vore yang merupakan mantan kekasihnya, sekaligus rekan se-band dan drummer kala itu.

Walaupun sudah dirilis sejak tahun 2017, tak lantas membuat lagu ini memiliki sedikit pendengar. Pada tahun 2022, “Scott Street” kembali ramai diperbincangkan dan didengar oleh para penikmat musik. Lagu ini menjadi hits kembali di salah satu platform media sosial, yaitu TikTok karena terdapat banyak video di platform tersebut yang menggunakan “Scott Street” sebagai sound pendukung pada video unggahan mereka.

Setelah menjadi salah satu backsound yang sangat viral di aplikasi TikTok, juga menjadi sound pilihan yang paling sering digunakan dan didengarkan di berbagai macam platform musik & video, kini “Scott Street” telah berhasil mencapai 251 juta pendengar di platfrom musik Spotify dan telah berhasil ditonton sebanyak 3,7 juta penonton di platform video YouTube.

“Scott Street” merupakan sekumpulan irama yang menceritakan hubungan sepasang kekasih. Di dalamnya, terasa seperti sedang berada di hubungan manipulatif dan penuh dengan perasaan emosional, serta adanya ketidakseimbangan. Sehingga, hal itu pula yang menjadi penyebab berakhirnya hubungan tersebut.

Namun, secara tidak langsung nyanyian tersebut menceritakan tentang hubungan atau interaksi yang dilakukan Phoebe Bridgers dengan seseorang di masa lalunya, yaitu Marshall Vore. Melalui lagu ini, penulis mulai merenungkan kembali ketika mereka bertemu untuk terakhir kalinya dan memutuskan mengakhiri hubungan tersebut.

Referensi pada proses pembuatan lagu ini adalah Scott Avenue yang berlokasi dekat dengan Bedrock L.A., yang merupakan lokasi studio latihan musik untuk band dan para musisi Los Angeles. Studio musik ini merupakan tempat Bridgers dan Vore menghabiskan waktu bersama saat masih menjalin hubungan pada masa itu.

Karya dari Phoebe Bridgers ini memiliki keunikan di salah satu potongan liriknya, yang terletak pada menit 2.55, kita hanya akan mendengar alunan musik dengan durasi cukup panjang tanpa berisi lirik yang sekaligus diiringi dengan suara tambahan seperti selayaknya suara kereta api. Pada bagian inilah banyak digunakan para pengguna aplikasi TikTok untuk mengisi audio pada postingan videonya.

Anyway, don’t be a stranger

Anyway, don’t be a stranger

Don’t be a stranger

Pada potongan lirik “Anyway, don’t be a stranger” yang terus diulang sebanyak tiga kali selayaknya sebuah penegasan bahwa ia meminta untuk tidak menjadi asing antarsatu-sama-lain, serta seperti menunjukan sebuah harapan atau permintaan agar tidak kehilangan sepenuhnya hubungan tersebut, meskipun telah berubah dan tidak lagi sama seperti dahulu.

Penulis lagu ini berhasil mengemas “Scott Street” menjadi lagu yang berisi sekumpulan nada dan instrumen yang berasal dari alat musik seperti biola, gitar akustik, serta elemen lainnya yang dikemas secara apik. Lalu, terbentuk alunan melodi yang dapat membawa para pendengarnya terkesan bersedih ketika saat mendengarkan lagu tersebut.

 

(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

Leave a comment