Hits: 38
Reporter Pijar
Pijar, Medan.Teater O Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) merayakan hari jadinya yang ke-34 melalui pementasan bertajuk “Riang Riang Remuk: Komedi, Budaya, dan Kritik yang Menghibur”. Perayaan ini menampilkan teater bernuansa komedi satir yang menjadi ciri khas kelompok seni panggung tersebut. Berlokasi di Gelanggang Mahasiswa USU, acara ini diadakan pada Kamis (30/10/2025).
Tema “Riang Riang Remuk” dipilih untuk menghadirkan hiburan yang tetap memiliki makna reflektif. Ketua panitia, Zahra Salsabilla, mengatakan bahwa konsep ini selaras dengan gaya pementasan Teater O yang memadukan tawa dan sindiran sosial.
“Teater kami beraliran komedi satir. Tujuannya membuat penonton tertawa sekaligus berpikir. Melalui komedi, kami menyampaikan kritik, tetapi tanpa membuat siapa pun merasa disindir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kata “remuk” menggambarkan sisi lain dari manusia yang tidak selalu tampak di permukaan.
“Di balik tawa dan keriangan, selalu ada bagian dari diri yang rapuh. Sama seperti institusi yang tampak kuat di luar, tetapi di dalamnya menyimpan kerentanan,” tuturnya.
Persiapan acara dilakukan sejak dua hingga tiga bulan sebelumnya, dengan melibatkan sekitar 30 orang panitia. Proses latihan para aktor berlangsung intens selama satu bulan hingga akhirnya siap tampil di hari puncak. Pementasan yang terinspirasi dari kisah Alice in Wonderland menampilkan dunia fiksi yang dikemas sebagai simbol realitas sosial, dengan nuansa jenaka dan berwarna.
Tidak hanya menjadi tontonan, pertunjukkan ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang Teater O di dunia seni kampus. Selama lebih dari tiga dekade, Teater O telah menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berekspresi, belajar berorganisasi, dan menyalurkan gagasan melalui karya yang kritis dan tetap menghibur.
Salah satu penonton, Mutia Sukma, mengaku terkesan dengan keseluruhan pertunjukan.
“Acaranya seru dan menghibur. Dari pembukaan sampai akhir, semua terasa hidup dan menarik. Pesannya juga bisa dirasakan tanpa terasa menggurui,” ungkapnya.
Melalui acara ini, Teater O menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyuarakan kritik sosial dengan cara yang ringan dan dekat dengan penonton. Momen ulang tahun ini menjadi pengingat akan semangat berkarya yang terus tumbuh di panggung teater kampus. Tempat di mana tawa, refleksi, dan kritik bersatu dalam satu naskah kehidupan.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

