Hits: 110

Malikul Saleh Azhari / Claudita Piesesta Tarigan

Pijar, Medan. Hari Kesaktian Pancasila adalah momen penting dalam sejarah Indonesia yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila telah berhasil bertahan dari segala upaya ancaman luar yang mencoba menggantikan posisinya sebagai ideologi negara, khususnya tragedi mengenaskan yang terjadi pada tahun 1965 silam.

Hari Kesaktian Pancasila pada tahun ini sudah berhasil mencapai peringatan 60 tahun dengan mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”.

Semakin berkembangnya zaman, era teknologi juga semakin canggih. Kondisi teknologi bukan lagi menjadi hal yang sulit dijangkau. Adanya keberadaan teknologi mengakibatkan interaksi sosial secara langsung bukan lagi menjadi pilihan utama seseorang. Hal ini bisa sangat mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan pudarnya kesaktian Pancasila dalam implementasi kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia, terutama mahasiswa yang lebih mudah untuk mengakses teknologi-teknologi canggih.

Iqtihal, salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), menyikapi hal tersebut dengan positif.

“Menurut saya, nilai Pancasila itu masih diterapkan oleh mahasiswa saat ini, seperti budaya gotong royong, musyawarah, dan toleransi, itu mahasiswa masih sering lakukan. Banyak juga mahasiswa yang mengikuti organisasi yang di dalamnya itu kan juga ada penerapan nilai-nilai Pancasila seperti kerja sama dan bermusyawarah,” jelasnya.

Senada dengan itu, Afnila selaku dosen Pendidikan Kewarganegaraan USU juga mengatakan bahwa Pancasila masih memiliki peranan kuat dalam kehidupan bernegara masyarakat Indonesia.

“Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Pancasila, kemudian Pendidikan Kewarganegaraan, ini juga sebuah bukti bahwa kesaktian Pancasila itu masih kuat, sehingga masih dijadikan sebagai suatu pembelajaran wajib bagi mahasiswa. Untuk penerapannya di kehidupan sehari-hari mahasiswa juga masih banyak yang menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti menghargai pendapat dalam berdiskusi, itu kan juga salah satu penerapan nilai Pancasila,” ujarnya.

Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sebuah peringatan untuk mengenang kesaktian Pancasila, tetapi harusnya juga menjadi refleksi bagi mahasiswa untuk menilai sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam implementasi kehidupan sehari-hari mereka, sehingga mereka juga mampu berperan dalam mempertahankan kesaktian Pancasila.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment