Hits: 103
Lely Eunike Annetta Siregar / Siti Nasuha Abidin Damanik
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) resmi membuka program studi (Prodi) S-1 Teknik Pertambangan. Kepastian ini dituangkan dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 3081/UN5.1.R/SK/TP.01.05/2025 tentang izin pembukaan program studi baru pada Fakultas Teknik (FT) USU. Program studi ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027, dengan alasan pada tahun sebelumnya USU belum memiliki sumber daya manusia yang memadai.
Fakultas Teknik mematangkan rencana pembukaan prodi Teknik Pertambangan selama satu tahun setengah. Pembukaan ini didasarkan pada potensi sumber daya mineral dan energi di Sumatera Utara serta amanat Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) yang memberikan prioritas bagi perguruan tinggi untuk menggali potensi daerah.
Said Muzambiq, Ketua Tim Pengusul Pengadaan prodi Teknik Pertambangan USU, mengungkapkan tentang usulannya dalam membuka prodi Teknik Pertambangan USU dengan menyesuaikan dinamika pertambangan di Indonesia.
“Mengingat begitu gencarnya kondisi pertambangan yang ada di Indonesia ini, USU mulai membuka jurusan ini karena ada beberapa sumber daya yang dapat dieksplor. Kalau kita lihat sekarang, infrastruktur seperti jalan tol, kemudian bendungan itu semua membutuhkan material dari pertambangan,” ungkapnya.
Jalur penerimaan mahasiswa baru untuk Teknik Pertambangan akan tetap menggunakan tiga jalur utama, yaitu Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Mandiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Gustam Lubis, salah satu anggota tim pengusul prodi Teknik Pertambangan sekaligus dosen USU, menjelaskan bahwa dosen yang akan mengajar di prodi baru ini merupakan tenaga pengajar berpengalaman dari USU. Dosen-dosen yang berkaitan dengan mata kuliah Teknik Pertambangan akan diambil dari fakultas atau prodi terkait. Sementara itu, gedung pembelajaran dan laboratorium masih menggunakan fasilitas bersama di Fakultas Teknik.
“Karena sudah memiliki akreditasi, sehingga sudah teregistrasi, jadi tetap mengikuti aturan yang sudah berlaku. Begitu juga dengan kuota disesuaikan dengan jumlah dosen sehingga berimbang,” tambahnya.
Fahmi, Dekan Fakultas Teknik, juga ikut menjelaskan bahwa prodi Teknik Pertambangan ini akan memiliki ciri khas tersendiri, yakni berfokus pada pertambangan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Salah satu ciri khas kita karena [prodi] pertambangan, kita [melakukan] keberkelanjutan yang tidak hanya mengeksploitasi, tetapi juga ramah lingkungan,” tuturnya.
Kalangan mahasiswa juga turut menyambut positif pembukaan prodi baru ini, Heber Albert Siringo-ringo, selaku mahasiswa Prodi Teknik Elektro USU, mengungkapkan bahwa pembukaan prodi baru ini menandakan adanya perkembangan dan perluasan bidang keilmuan di Fakultas Teknik USU. Selain itu, pembukaan prodi ini dapat memperluas jaringan riset, membuka peluang karier baru, serta memperkuat kerja sama lintas disiplin
“Dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa Teknik Elektro, kehadiran mahasiswa Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik USU memberikan peluang kolaborasi yang menarik. Kami bisa bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan teknologi,” ungkapnya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

