Hits: 48
Yos Nathanael Mahanaim Kaban / Ferdi Rakiven Sianturi
Pijar, Medan. Setiap tanggal 12 Oktober, Indonesia memperingati Hari Museum Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran strategis museum dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya serta sejarah bangsa. Museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, melainkan juga menjadi pusat edukasi dan inspirasi yang mampu menghubungkan masyarakat dengan akar budaya dan identitas nasional.
Salah satu museum yang berperan besar dalam pelestarian budaya adalah Museum Negeri Sumatera Utara. Terletak di Kota Medan, museum ini menjadi pusat koleksi artefak, benda seni, dan peninggalan sejarah dari berbagai suku yang mendiami provinsi ini. Didirikan pada tahun 1982, museum ini tidak hanya menampilkan koleksi bersejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif yang menarik bagi pengunjung.
Listia Andarti selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha di Museum Negeri Sumatera Utara, memberikan penjelasan terkait peran penting museum untuk masyarakat. Ia mengatakan museum adalah sarana yang tepat untuk melakukan edukasi.
“Museum ini sebenarnya salah satu media untuk sarana edukasi, terutama bagi anak-anak sekolah. Biasanya, museum dikunjungi oleh anak-anak sekolah untuk pembelajaran di luar lingkup sekolah, termasuk juga mahasiswa maupun sivitas akademika,” ungkapnya.
Namun, di balik peran penting tersebut, museum masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang paling menonjol adalah rendahnya minat generasi muda untuk berkunjung. Banyak pelajar yang datang sekadar memenuhi tugas sekolah, bukan karena dorongan pribadi untuk mengenal sejarah bangsanya. Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia juga menjadi kendala dalam menciptakan program edukasi yang inovatif.
“Setiap museum pasti memiliki tantangan, salah satunya bagaimana meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung. Salah satu kendala yang kami hadapi adalah keterbatasan anggaran, karena museum merupakan lembaga layanan publik,” tambahnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, museum ini tetap mendapatkan antusiasme yang positif dari pengunjung. John Samuel, mahasiswa Universitas Medan Area, menilai bahwa museum ini sudah tertata rapi dan bersih, tetapi perlu terus berinovasi agar tetap relevan bagi generasi muda.
“Kalau dilihat dari museum ini terlihat tertata rapi, kebersihan juga terjaga. Mungkin untuk museum ini perlu berinovasi dalam hal fasilitas, karena di era saat ini jika museum tidak berinovasi maka generasi muda seperti Generasi Z tidak akan tertarik untuk datang ke museum jika tidak ada inovasi berkelanjutan,” ujar John.
Peringatan Hari Museum Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya keberadaan museum sebagai penjaga warisan budaya bangsa. Dengan inovasi yang berkelanjutan dan dukungan masyarakat, Museum Negeri Sumatera Utara diharapkan terus berkembang sebagai ruang edukatif yang hidup, menarik, dan mampu menumbuhkan kesadaran budaya di kalangan generasi mendatang.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

