Hits: 31

Evelin Margareta Purba

Pijar, Medan. Pada dasarnya, air putih yang kita konsumsi sehari-hari ternyata memiliki perbedaan tingkat Potensial Hidrogen (pH) dan mineral yang ada dalam tiap kemasannya sendiri, sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap pembelinya.

Pernahkah kamu mendengar yang namanya air demineral? Air demineral adalah air yang diproses sedemikian rupa, sehingga hanya memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki mineral. Berbeda dengan air mineral yang di dalamnya terkandung mineral dan kalsium dari sumber alami seperti magnesium, natrium, kalium, dan lain-lain.

Air mineral memiliki pH yang lebih tinggi dibandingkan air demineral. Air mineral memiliki pH sekitar 6,5 sampai 8,5 pH. Sementara itu, air demineral hanya memiliki 5,0 sampai 7,5 pH. Meskipun tidak begitu jauh berbeda, tetapi air mineral masih memiliki pH yang lebih tinggi karena mineral yang dikandungnya.

Untuk prosesnya sendiri, air mineral dan demineral ini juga memiliki perbedaan. Jika air mineral diperoleh dengan proses dan sumber yang alami tanpa proses pemurnian mineral, air demineral sebaliknya. Meskipun dapat dikonsumsi sebagai air minum, air demineral ini tidak baik dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Dilansir dari halodoc.com, air demineral diperoleh melalui tiga proses. Langkah pertama adalah proses distilasi, di mana air dididihkan dan uapnya dikumpulkan, sehingga menjadi air murni. Selanjutnya adalah deionisasi, di mana air dilewatkan melalui resin penukar ion yang menarik mineral, dan menggantinya dengan hidrogen dan hidroksida untuk membentuk air. Proses terakhir adalah reverse osmosis, di mana air dipaksa melalui membran semipermeabel yang sangat halus hingga memblokir molekul besar seperti mineral dan lainnya.

Rasa yang dihasilkan keduanya juga berbeda. Air mineral cenderung memiliki rasa khas tergantung dengan kandungan mineral yang ada di dalamnya, sedangkan rasa yang dihasilkan air demineral cenderung hambar karena tidak mengandung mineral ataupun ion.

Selain bisa dikonsumsi sebagai air minum, air demineral juga dapat dimanfaatkan sebagai keperluan industri. Baik itu industri kosmetik, otomotif, dan lain-lainnya, yang tidak membutuhkan air dengan kandungan mineral. Selain itu, air demineral juga dapat digunakan sebagai pencegah timbulnya reaksi kimia yang tidak diinginkan dalam pembuatan obat.

Air demineral ini cocok untuk dikonsumsi oleh pasien penderita gagal ginjal, penderita hipertensi atau masalah jantung, dan orang dalam masa diet yang kebutuhan mineralnya sudah tercukupi. Namun, air demineral ini sangat dilarang untuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang-orang yang kebutuhan mineralnya belum tercukupi. Sebelum mengonsumsi air demineral, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, dan jangan lupa mencukupi kebutuhan mineral.

Berdasarkan manfaatnya, air mineral cenderung lebih baik untuk kesehatan dibandingkan air demineral. Hal ini dikarenakan air mineral memiliki kandungan yang kaya akan mineral juga berguna untuk memenuhi kebutuhan cairan harian untuk tubuh. Meskipun demikian, mengonsumsi mineral secara berlebihan juga dilarang dan sangat tidak dianjurkan.

Jadi, apakah kamu sudah mengerti perbedaan air mineral dan air demineral?

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment