Hits: 36

Nayla Jo Chayara / Kiki Nabila Tusu

Pijar, Medan. Apakah kamu pernah mengalami fase di mana kamu seolah bingung sejenak? Seperti pergi ke sebuah ruangan untuk melakukan sesuatu, tetapi secara tiba-tiba lupa hendak melakukan apa. Atau merasa kehilangan sebuah benda, padahal benda tersebut sedang kamu gunakan, bahkan ada di sekitarmu. Ternyata, fenomena ini cukup banyak dirasakan oleh beberapa kalangan, dan fenomena ini disebut dengan istilah Jam Koma.

Jam koma merupakan sebuah kondisi di mana otak berhenti berproses sejenak karena mengalami kelelahan, dan gangguan konsentrasi. Hal ini tidak hanya terjadi pada fisik, tetapi juga pada mental seseorang. Penyebab terjadinya fenomena ini cukup beragam, seperti stres yang dapat memperlambat respons otak, gangguan kecemasan, beban pekerjaan yang banyak, hingga kurang tidur yang dapat menyebabkan otak sulit untuk fokus. Selain itu, kebiasaan bermain gawai secara berlebihan juga dapat memperburuk kondisi ini.

Gejala yang sering muncul adalah daya ingat yang lemah, serta menurunnya tingkat kefokusan saat melakukan sesuatu. Meskipun gejala tersebut terlihat ringan, dampak yang serius dapat timbul apabila dibiarkan secara terus menerus. Seperti menurunkan produktivitas, menghambat kinerja, mengurangi ketertarikan dalam berinteraksi, memicu kecemasan dan mengurangi rasa percaya diri, bahkan menyebabkan kelelahan secara mental.

Dilansir dari tempo.com, fenomena Jam Koma ini terjadi akibat pengendalian langsung oleh otak. Ada satu bagian penting bernama reticular formation yang berperan mengatur naik turunnya kepekaan cortex cerebri. Bagian ini menjadi pusat kesadaran yang mengatur perasaan, refleks, persepsi, hingga kemauan diri sendiri.

Kondisi lelah muncul secara alami karena ada dua sistem yang bekerja bergantian, sistem penghambat dan sistem penggerak. Sistem penghambat yang berada di thalamus membuat reaksi tubuh melambat sehingga muncul dorongan untuk beristirahat, sementara sistem penggerak memberi tanda agar kita kembali beraktivitas.

Lewat fenomena ini, ada beberapa cara untuk menghindari serta mengurangi risiko terkena Jam Koma. Seperti mengatur jadwal tidur yang teratur, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, memberikan jeda sejenak di tengah aktivitas, serta mulai membiasakan kegiatan efektif berupa jalan santai, meditasi, maupun relaksasi.

Selain itu, mengurangi multitasking yang berlebihan merupakan sebuah langkah penting, mengelola waktu dan memprioritas pekerjaan dengan baik akan menjaga fokus kita dengan baik. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental serta mulai menerapkan cara hidup sehat dengan baik dan benar.

Kondisi Jam Koma merupakan sinyal dari tubuh ketika otak kita sedang kelelahan. Dengan menyadari sinyal ini lebih awal, kita dapat segera mengambil langkah sederhana, serta mampu mempertahankan produktivitas yang dilakukan dengan pola hidup yang sehat. Jadi, jangan sampai menyepelekan fenomena Jam Koma ini, ya!

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment