Sudah Bisakah Menerima Si Lemah dari Dirimu?

Sumber Foto: instagram.com/ninokayam

“Mengakui kelemahan itu sama dengan kuat.”- Nino

Yulia Kezia Maharani / Valencia Christiani Zebua

Pijar, Medan. Grup musik RAN kembali meluncurkan single terbaru mereka berjudul “Si Lemah” pada Selasa (21/4) yang lalu. Dalam lagu ini, RAN berkolaborasi dengan musisi Indonesia Baskara Putra (Hindia) yang terkenal dengan kekhasan bermusiknya serta tajam dalam menulis lirik. Hal itu diyakini dapat mewakili kedalaman sekaligus menambah kekuatan dari lagu “Si Lemah”.

RAN yang terdiri dari Rayi, Asta, Nino ini sudah berdiri selama kurang lebih empat belas tahun dan selalu menciptakan lagu secara bersama. Kali ini, RAN memilih berinovasi dengan merilis karya mereka melalui sudut pandang dan cerita setiap personel sesuai dengan taste masing-masing. Akhirnya, lahirlah Project Omne Trium Perfectum: The Series, yang artinya everything that comes in threes is perfect.

Projek ini dibuka dengan lagu ciptaan Rayi “Ain’t Gonna Give Up” yang dirilis pada Agustus 2019 kemudian disusul dengan “Saling Merindu” ciptaan Asta di Oktober 2019 hingga akhirnya “Si Lemah” dari Nino menjadi lagu penutup dari rangkaian projek tersebut. Lagu ini juga dinahkodai oleh Lale dan Ilman dari Maliq and D’Essentials yang menjadi partner Nino dalam menciptakan lagu-lagu hits bersama Laleilmanino.

Anindyo Baskoro atau dikenal sebagai Nino menyebutkan, bahwa secara personal “Si Lemah” merupakan lagu dengan lirik terdalam yang pernah ia ciptakan. “Si Lemah adalah panggilan saya untuk diri saya sendiri. Saya yakin kelemahan dalam diri saya adalah bagian dari rencana Tuhan untuk mempertemukan saya dengan orang-orang yang mampu menghargai kekuatan yang saya miliki,” ungkap Nino pada laman Instagram miliknya.

Lagu “Si Lemah” menggambarkan tentang musuh terbesar manusia ialah dirinya sendiri. Setiap orang pasti memiliki perjuangannya masing-masing. Terlepas dari apa masalahnya, setiap usaha yang dilakukan setiap orang sekecil apapun itu sangatlah berharga. Kita tidak boleh remeh hanya karena masalahnya lebih ringan dari yang lain.

Sekuat-kuatnya harapan hati seorang manusia pasti akan lemah bila dituntut untuk mengakui kekurangannya. Banyak yang berusaha berubah semata-mata hanya untuk bisa diterima di lingkungan sosialnya. Tidak jarang mereka menjadi orang lain dan sedihnya lagi mereka hilang arah, lupa siapa mereka sebenarnya.

Kita tahu bahwa manusia tidak diciptakan untuk terlahir sempurna. Banyak rahasia maupun rasa sedih yang sengaja kita simpan di dalam diri kita sendiri, lalu berpura-pura bahagia dan terlihat baik-baik saja untuk menutupi kekecewaan itu di hadapan banyak orang. Siapa yang tahu? Wajah senyum yang selalu kita perlihatkan adalah sebuah topeng yang berusaha melawan arus kenyataan dalam hidup.

Hai, si lemah

Buatlah semesta menerima dirimu apa adanya

Relakanlah masih banyak senyum di dunia

Yang bisa terima semua indah kurangmu

Bila engkau berbeda, jangan kau benci dirimu

Kutipan lirik di atas merupakan pesan yang sangat mendalam dari lagu “Si Lemah” untuk kita para pendengarnya. Lirik ini bukan mengartikan kalau kita mahluk yang lemah, tetapi bagaimana kita mengakui kelemahan dalam diri. Lagu ini mengingatkan kita betapa pentingnya memaafkan serta berdamai dengan diri sendiri. RAN dan Hindia juga mengajak kita untuk saling menghargai serta menerima apa yang diberikan Tuhan, bukan menutupinya.

Terkadang, jadi diri sendiri itu penting. Tidak perlu berubah menjadi orang lain untuk menyenangkan mereka. Belajar mengurangi kepura-puraan dan jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Perlu disadari, walaupun musuh terbesar manusia adalah diri kita sendiri, tetapi yang bisa menolong kita hanyalah diri kita sendiri juga.

(Editor: Widya Tri Utami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *