Hits: 17

Ghina Raudhatul Jannah

Pijar, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) melakukan perombakan (reshuffle) struktur kepengurusan Kabinet Aksi Bersama periode 2024–2025. Informasi tersebut diumumkan melalui unggahan resmi di akun Instagram BEM USU pada Kamis (9/10/2025).

Dalam surat keputusan yang turut diunggah, disebutkan bahwa perombakan dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan pembaruan struktur organisasi. Hasil evaluasi pengurus inti dilakukan secara menyeluruh terhadap keaktifan pengurus dalam organisasi, serta telah berakhirnya masa studi beberapa pengurus.

Wakil Presiden BEM USU, Muhammad Thoibul Fattah, menjelaskan bahwa perombakan dilakukan karena dua alasan utama. Pertama, sejumlah pengurus telah menyelesaikan masa studi dan resmi wisuda, sehingga tidak lagi aktif dalam kegiatan organisasi. Kedua, langkah ini dilakukan untuk mengefektifkan kinerja sekaligus menyegarkan kembali semangat kerja kabinet.

Reshuffle kita adakan disebabkan dua hal. Pertama, karena ada pengurus yang memangku jabatan strategis, namun sudah mencapai tingkat prestasi tertinggi mereka di kampus, yaitu wisuda. Kedua, karena kita ingin mengefektifkan dan menyegarkan kembali semangat kabinet dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Thoibul menegaskan bahwa proses perombakan tidak dilakukan secara mendadak. Keputusan ini merupakan hasil dari diskusi panjang antara Badan Pengurus Harian (BPH), para Menteri, dan Menteri Koordinator (Menko) di masing-masing kementerian.

“Kami berdiskusi bersama para Menteri dan Menko untuk melaporkan situasi di kementerian masing-masing. Dari sana, kami menyaring anggota yang sudah tidak aktif berkontribusi,” tambahnya.

BEM USU Lakukan Reshuffle, Segarkan Struktur Kabinet Aksi Bersama - www.mediapijar.com
Surat Keputusan Reshuffle Kepengurusan BEM USU
(Sumber Foto: Instagram @bem.usu)

 

Salah satu anggota kabinet yang turut mengalami perombakan, Fahmy Maulana Pasaribu yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Pengendali Internal, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai perombakan telah direncanakan sejak awal. Proses ini melibatkan BPH, para Menko, serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) USU.

“Sebagian besar perubahan dilakukan karena beberapa staf, bahkan Menteri dan Menko, sudah banyak yang sidang. Sisanya merupakan staf yang sejak awal kurang aktif dan telah mendapatkan surat peringatan,” jelasnya.

Fahmy menambahkan, perombakan ini tidak memengaruhi jalannya program kerja BEM USU. Ia menegaskan bahwa kegiatan kabinet tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan dukungan pengurus baru yang membawa semangat dan ide segar.

“Harapannya, kabinet BEM USU bisa lebih semangat dan progresif terhadap proyek kerja yang harus dilakukan. Pergerakan tetap sesuai komando, kompak dengan berbagai eksistensi baru, serta menghadirkan wajah-wajah baru yang penuh ide menarik,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment