Hits: 33
Siti Farrah Aini / Indra Rana Zafira Silaban
Pijar, Medan. Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) 2025 telah diselenggarakan di aula dan halaman fakultas, dengan salah satu kegiatan yang mewarnai penutupan PKKMB FKM USU 2025 adalah FKM Show sebagai ajang unjuk diri bagi mahasiswa baru (maba). Acara ini telah mencapai puncaknya pada Jumat (15/8/2025).
PKKMB FKM USU 2025 diikuti oleh 468 maba, dengan sekitar 342 maba dari program studi (prodi) Kesehatan Masyarakat dan 94 maba dari prodi Gizi. Acara ini mengusung tema “Step in, Stand out: Be a Pioneer in Public Health”.
Rafi Rizky Nugraha, selaku ketua panitia PKKMB FKM USU 2025, menyatakan bahwa para maba diharapkan dapat menjadi pionir yang step in (masuk) dan stand out (menonjol) dengan keberanian untuk menjadi pelopor kesehatan yang dapat mengedukasi masyarakat sekitar, terutama di tempat mereka tinggal.
Sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan visi sebagai pelopor kesehatan, FKM Show selalu hadir setiap tahun sebagai wadah bagi maba untuk menunjukkan potensinya. FKM Show dilaksanakan dengan menyebarkan tautan melalui obrolan grup (group chat), sehingga maba dapat mendaftarkan diri dan berkreasi dengan bebas. Hal ini didukung penuh oleh para panitia dengan menyediakan media yang dibutuhkan, tergantung atas kesediaan peserta dan panitia.
“FKM Show menjadi satu langkah untuk menjadi pionir, karena untuk menjadi pionir perlu kepercayaan diri dan dapat dimulai dari bakat mereka, yang mereka tampilkan sendiri. Ketika mereka sudah percaya diri, maka mereka akan berani untuk menyuarakan tentang kesehatan ke lingkungan sekitar,” tambah Rafi.
Terdapat 20 penampilan dari maba yang telah dikonfirmasi oleh panitia. Ragam penampilan terdiri dari tarian tradisional, puisi, hingga bernyanyi secara solo, duet, dan berkelompok.

(Fotografer: Indra Rana Zafira Silaban)
Cherry Angela dan Nabila Aulia, selaku maba prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, turut berpartisipasi dalam FKM Show. Dengan kemampuan dan hobi yang sama, keduanya menjadi perwakilan dari kelompoknya untuk menampilkan tari tradisional.
“Alasan memilih untuk menampilkan tari karena memang sudah memiliki kemampuan dalam menari sebelumnya. Di sekolah juga sudah sering belajar [tari] dan kebetulan kami satu hobi,” jelas keduanya.
Melalui FKM Show, para maba diharapkan bukan hanya mengembangkan kemampuan akademik. Namun juga bakat dan potensi yang dimiliki. Sehingga, mereka memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menjadi pelopor kesehatan yang dapat berdampak bagi lingkungan sekitar.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

