Hits: 43
Alya Amanda
Pijar, Medan. Ratusan massa dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM), hingga masyarakat umum, menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara. Dalam aksi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) membawa selusin tuntutan yang ditujukan kepada DPRD pada Selasa (26/8/2025).
Selama beberapa jam, mahasiswa berorasi di depan gedung sambil menunggu kehadiran pimpinan dewan. Namun, tidak ada perkembangan dari pihak DPRD. Massa kemudian menarik gerbang gedung hingga terlepas dari posisinya.
Dalam orasinya dari atas mobil komando, perwakilan BEM USU, mengatakan bahwa aksi ini tidak bertujuan untuk menciptakan kericuhan, melainkan menagih komitmen wakil rakyat.
“Kami datang bukan untuk membuat kericuhan, tapi untuk menagih janji DPRD agar berpihak kepada rakyat,” ucapnya.
Setelah itu, massa kembali menuntut agar ketua DPRD segera menemui mereka. Orator menilai ketidakhadiran pimpinan dewan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap suara mahasiswa.
“Kalau ketua DPRD tidak berani menemui kami hari ini, maka benar saja DPR itu Dewan Pengkhianat Rakyat,” sebutnya.
Meski gerbang Gedung DPRD sudah terlepas, mahasiswa dan massa aksi lainnya tidak berhasil masuk ke dalam gedung karena barisan aparat kepolisian sudah berjaga di balik gerbang. Situasi kian memanas ketika aparat kepolisian menyemprotkan water cannon untuk menghalau massa aksi.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

