Hits: 38

Maureen Christy Nauli Simanjuntak

Pijar, Medan. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia tahun ini tengah gencar-gencarnya membuka program studi (prodi) baru, dengan mayoritas yang berfokus pada bidang teknologi, sains, digital, dan bisnis. Salah satu perguruan yang telah menambah prodi baru, yaitu Universitas Islam Negeri Sumatera (UINSU). Pada tahun 2025 ini, UINSU telah membuka beberapa prodi baru, salah satunya Strata 1 (S1) Sains Data. Selain itu, Institut Teknologi Sumatera (ITS) juga telah membuka S1 Sains Komunikasi.

Fenomena ini kian bertambah, dengan seiring meningkatnya permintaan akan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus di bidang-bidang tertentu. Prodi-prodi berbasis teknologi dan digital dinilai mampu mencetak lulusan yang lebih siap pakai dan cepat beradaptasi dengan dinamika pasar industri modern.

Tidak hanya pada jenjang sarjana, jenjang vokasi atau pendidikan terapan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Banyak universitas yang kini menawarkan jurusan vokasi baru, dengan lebih fokus pada praktik dan keahlian teknis sebagai respons atas kebutuhan akan tenaga profesional terampil secara langsung di lapangan.

Ahmad Azmi, selaku Dosen Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) juga mengungkapkan perasaan yang serupa terkait hal ini.

“Program studi baru yang berorientasi pada teknologi, sains, dan digital memang menunjukkan tren yang positif dan relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Munculnya program-program seperti S1 Sains Data dan Bisnis Digital mencerminkan kebutuhan industri yang semakin mengarah ke pemanfaatan teknologi dan data. Menurut saya, keberadaan program studi ini sangat penting karena dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di era digital,” ujarnya.

Namun, tren ini juga dapat memengaruhi minat calon mahasiswa terhadap prodi yang sudah ada sebelumnya. Pembukaan prodi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri, menarik lebih banyak perhatian daripada calon mahasiswa karena melihat adanya kesempatan prospek kerja (proker) yang lebih menjanjikan di masa depan.

Kemunculan berbagai prodi baru yang berfokus pada teknologi dan kebutuhan industri akan memunculkan kekhawatiran di antara sebagian mahasiswa, sehingga akan membuat beberapa mahasiswa mempertanyakan daya saing berdasarkan jurusan yang mereka tempuh di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

Sri Putri Diana, mahasiswi Pertanian USU, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pembukaan prodi baru tersebut. Ia merasa jurusan yang ditempuh sekarang tidak dapat membawanya dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai di masa mendatang.

“Pastinya lebih khawatir sih, apalagi di zaman sekarang untuk mendapatkan kerja nantinya lebih susah dan kompetitif. Takut saja kalau jurusan yang diambil sekarang gak bisa selaras dengan kebutuhan pekerjaan di masa depan,” ungkapnya.

Meski banyak bidang studi baru yang terus bermunculan dan membuka peluang segar di dunia kerja, pada akhirnya setiap jurusan tetap memiliki potensi yang sama untuk bersaing. Asalkan individu setiap mahasiswa masih memiliki keinginan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan zaman.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment