Hits: 50

Grace Estephania

Pijar, Medan. Crocheting atau merenda merupakan jenis kerajinan tangan yang telah lama berkembang. Merenda sering kali kita kenal sebagai kegiatan rumahan yang santai dan penuh kesabaran. Namun sesungguhnya, merenda menyimpan sejarah yang panjang lintas benua dan zaman.

Awalnya, kegiatan ini bukan semata-mata untuk seni atau gaya, melainkan kebutuhan akan perlindungan pakaian hangat di tengah dinginnya malam. Serpihan rajutan ini ditemukan di Mesir kuno yang memperlihatkan bagaimana keterampilan ini telah hadir sejak abad ke-11. Kala itu, teknik merenda digunakan untuk membuat kaos kaki dengan motif yang sangat rumit. Hal ini membuktikan bahwa pada masa lampau, estetika sudah menyatu dengan fungsi.

Kegiatan merenda atau crocheting dilakukan menggunakan benang dan satu jarum khusus yang disebut hakpen. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk pemula. Untuk memulai, kamu hanya perlu beberapa alat dasar merenda. Alat pertama adalah hakpen. Alat ini berbentuk seperti ujung pensil dengan ujung yang melengkung. Ukuran hakpen bervariasi tergantung jenis benang yang digunakan. Untuk pemula, ukuran 4 sampai 5 milimeter sudah cukup. Alat kedua adalah benang. Ada banyak jenis benang yang dapat digunakan, seperti katun, akrilik, atau wol. Namun, benang katun sering disarankan karena tidak licin dan mudah dibentuk.

Langkah awal merenda dimulai dari membuat simpul pertama yang disebut simpul awal. Setelah itu, dilanjutkan dengan membuat rantai dasar yang disebut chain stitch. Teknik ini penting karena menjadi dasar dari sebagian besar dari kegiatan merenda. Selanjutnya, pelajari tusukan dasar seperti single crochet. Tusukan-tusukan ini digunakan untuk membentuk pola dan tekstur. Saat sudah menguasai teknik dasar, kamu bisa mulai membuat barang sederhana seperti alas kecil, tas kecil, atau taplak meja.

Di masa kini, banyak anak muda yang merasa cepat lelah secara mental karena tekanan akademik, pekerjaan, dan lingkungan sosial. Salah satu cara sederhana namun efektif untuk meredakan stres adalah dengan melakukan aktivitas manual yang fokus dan repetitif seperti merenda. Saat seseorang merenda, otak akan masuk ke kondisi tenang karena gerakan tangan yang berulang membantu menurunkan sistem saraf. Hal ini berpengaruh pada penurunan hormon stres. Selain itu, merenda juga dapat meningkatkan konsentrasi dan koordinasi motorik.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini membantu menjaga kesehatan mental dengan cara yang serupa seperti meditasi ringan. Lebih dari itu, merenda juga dapat melatih kesabaran dan konsistensi karena hasilnya yang tidak instan. Dalam jangka panjang, seseorang yang rutin melakukan kegiatan kreatif seperti merenda, dapat mengembangkan ketekunan dan kepercayaan diri. Ini menjadi penting di tengah tantangan era digital yang serba instan dan rawan menyebabkan brainrot akibat konsumsi konten digital yang tidak berkualitas atau receh secara berlebihan.

Membuat sesuatu dengan hasil tangan sendiri akan memberi kepuasan yang berbeda. Saat merenda, setiap tusukan benang yang dibuat perlahan akan berubah menjadi bentuk yang utuh. Misalnya syal, gantungan kunci, atau boneka kecil. Hasilnya mungkin sederhana, tetapi prosesnya penuh perhatian dan usaha. Itulah yang membuat benda buatan tangan terasa lebih istimewa.

Banyak anak muda mulai menjadikan hasil merenda sebagai hadiah untuk orang-orang terdekat. Tidak perlu mahal, tetapi yang penting bermakna dan dibuat dengan niat. Bahkan, memberi hadiah hasil rajutan kepada diri sendiri juga  dapat menjadi bentuk apresiasi yang jujur.

Aktivitas ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri karena kita tahu bahwa sesuatu yang indah bisa lahir dari kesabaran kita sendiri. Secara umum, merenda bukan hanya soal membuat barang tetapi juga soal menghargai proses dan membagikan perasaan lewat karya yang nyata.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment