Hits: 39
Hetno Daniaty Br Singarimbun
Pijar, Medan. Minimnya penerangan lampu jalan di sejumlah ruas kawasan Universitas Sumatera Utara (USU), menjadi sorotan mahasiswa dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi yang terjadi pada malam hari tersebut disebabkan oleh sejumlah lampu jalan yang tidak berfungsi atau memiliki pencahayaan yang kurang memadai, sehingga mengurangi visibilitas pengguna jalan. Akibatnya, aktivitas berkendara dan berjalan kaki di area kampus dinilai kurang nyaman, serta berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan gangguan keamanan.
Dijah, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia USU, menyatakan bahwa ia merasa tidak nyaman saat melewati area jalanan USU ketika harus melakukan kegiatan di kampus hingga malam hari.
“Saya selaku mahasiswa teknik yang sering berkegiatan di kampus hingga malam hari, merasa bahwa minimnya penerangan lampu jalan sangatlah berbahaya. Saya berharap agar ada tindakan kampus mengenai permasalahan ini. Karena hal yang mungkin dirasa sepele dapat memicu terjadinya kerugian pada mahasiswa,” ungkapnya.
Menurut Dijah, penerangan jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang keselamatan seluruh civitas akademika, terutama mahasiswa yang masih beraktivitas hingga malam hari.
“Kampus harus memberikan fasilitas yang terbaik pada mahasiswa, terutama penerangan lampu jalan di area kampus sudah sewajibnya harus bagus,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Hakim, selaku Kepala Subbagian (Kasubbag) Sarana dan Prasarana USU, menyampaikan pernyataannya terhadap isu ini.
“Kami sudah melakukan pendataan terlebih dahulu terkait lampu-lampu jalan mana yang rusak dan yang perlu diperbaiki. Kami juga melakukan penjadwalan pendataan, dan untuk perbaikan saat ini masih dalam proses pengajuan,” ucapnya.
Abdul juga menambahkan bahwa tidak semua lampu jalan yang berada di USU merupakan tanggung jawab dan milik kampus.
“Sebagian lampu ini ada yang punya PLN dan bukan punya kita. Seperti di pintu 4, lampu jalan yang di tengah itu tanggung jawab USU, tetapi yang di pinggir ditanggungjawabi oleh PLN itu sendiri,” jelasnya.
Sebagai solusinya, pihak kampus menyatakan akan terus memperketat pengamanan di sekitar kampus. Pihak kampus juga menegaskan bahwa patroli rutin terus dilakukan oleh satuan pengamanan (satpam) selama 24 jam penuh, untuk mengantisipasi segala bentuk tindakan kriminal dengan strategi penyamaran (tidak menggunakan pakaian dinas) di sejumlah titik rawan guna memperketat pengawasan.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

