Deswita Fajarani

“Pendidikan adalah sebuah prasyarat untuk membangun sebuah perencanaan sumber daya perusahaan yang sukses.” – Gunarto Wardono

Pijar, Medan. Dewasa ini perkembangan ekonomi di Indonesia sangat pesat, terutama setelah adanya perkembangan teknologi, globalisasi, dan pasar terbuka yang mendorong kesiapan untuk bisa memasuki pasar global. UMKM merupakan bidang usaha yang dapat berkembang dalam perekonomian, karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Kinerja UMKM telah terbukti sebagai salah satu penggerak yang berkontribusi besar terhadap perekonomian di Indonesia.

Kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai prioritas dalam pengembangan ekonomi nasional diharuskan untuk memiliki kinerja yang baik. Melalui kinerja, diharapkan dapat menunjukkan kontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan yang berdampak pada kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan UU No 20 Tahun 2008, UMKM merupakan usaha perdagangan yang dikelola oleh perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif dengan kriteria yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang.

Di tengah pandemi saat ini, UMKM harus terus meningkatkan kinerjanya agar dapat menjadi pondasi ekonomi Indonesia. Dalam hal itu, Rumah Manajemen Indonesia melaksanakan webinar yang bertajuk “Bagaimana Melakukan Penilaian Kinerja UMKM Menurut Indonesian Productivity & Quality” pada hari Kamis, (11/03) pukul 19.30-20.30 WIB melalui Zoom Meeting.

Dalam kegiatan ini, partisipan disambut oleh Rachmad W. Wibowo sebagai moderator yang juga merupakan Praktisi Event Specialist Rumah Manajemen Indonesia. Selanjutnya, materi disampaikan dengan menarik oleh Gunarto Wardono selaku narasumber sekaligus merupakan seorang Direktur dari Rumah Manajemen Indonesia.

Dalam pemaparan materi, Gunarto Wardono menginformasikan bahwa Kinerja UMKM dianalisis dengan tiga asumsi pendekatan, yaitu sulit mengukur kinerja karena terbatasnya sumber daya, mengukur kinerja UMKM hanya indikator keuangan yang kompleks, dan pengukuran kinerja UMKM sering digunakan untuk perusahaan yang bersekala besar.

“Kita harus memaksimalkan kinerja UMKM berdasarkan kategori indikator kinerja, yaitu kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran kinerja, fokus pada karyawan, proses manajemen, dan hasil usaha,” ucap Gunarto.

Tidak hanya itu, adanya pendidikan dalam diri seseorang akan menjadi manfaat untuk keberlangsungan hidupnya. Namun, pendidikan juga harus beriringan dengan pengalaman, karena hal tersebut akan berdampak baik terhadap penghasilan UMKM di Indonesia.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment