Hits: 106
Yudika Phareta Simorangkir
Pijar, Medan. Sebuah layanan transportasi baru bernama Ojek Mahasiswa (OMH) kini hadir di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU). Didirikan oleh Kevin, seorang mahasiswa aktif USU, layanan ini resmi beroperasi pada Minggu (27/4/2025).
OMH menawarkan tiga jenis layanan, yaitu bike (ojek motor), food (antar makanan), dan delivery (antar barang) yang dapat dipesan melalui grup WhatsApp. Layanan ini muncul dari keprihatinan Kevin terhadap mahalnya biaya transportasi online serta keterbatasan akses transportasi umum bagi mahasiswa.
“Saya melihat kalau anak USU banyak yang menggunakan Grab atau Gojek. Nah, kalau dilihat biayanya lumayan mahal, terus kalau naik angkot takutnya mahasiswa telat datang ke kampus. Itu kenapa saya buat jasa Ojek Mahasiswa, selain harganya murah, pelayanannya juga cepat,” ujar Kevin.

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Yudika Phareta Simorangkir)
OMH dikelola oleh Kevin dan dua rekan lainnya yang juga masih berstatus mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, mereka memanfaatkan platform grup WhatsApp agar mudah diakses oleh sesama mahasiswa. Pelanggan cukup mengisi format yang telah ditentukan, seperti nama, nomor yang dapat dihubungi, lokasi penjemputan dan tujuan, jenis layanan, serta waktu penjemputan.

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Bila)
Tidak hanya melayani di area dalam kampus, OMH juga menjangkau wilayah di luar USU. Tarif layanan ditentukan berdasarkan jarak tempuh, dimulai dari Rp6.000 untuk jarak 500 meter hingga 2,2 km, dan bisa mencapai Rp55.000 untuk jarak maksimal 25 km.
Di samping pengelolaan tarif, sistem keanggotaan driver juga menjadi perhatian utama pihak OMH. Kevin menjelaskan bahwa setiap driver harus merupakan mahasiswa aktif USU, tanpa batasan angkatan, serta wajib menyerahkan dokumen seperti Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat mendaftar.
“Nah, kami seleksi driver-nya. Jadi driver-nya juga mahasiswa USU dengan persyaratan mereka harus menyerahkan KTM, KTP, dan SIM sebagai jaminannya. Jadi kalau terjadi apa-apa, kita bisa mencari orang tersebut,” jelasnya.
Model kerja ini pun mendapat tanggapan langsung dari para pengguna yang telah mencoba layanan OMH. Citra, salah satu pelanggan, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan driver.
“Pelayanannya ramah, aman, dan tepat waktu,” ucap Citra.
Meskipun OMH menuai respons positif, OMH masih menghadapi tantangan, terutama soal jaminan keselamatan berkendara. Kevin sendiri mengakui bahwa saat ini, risiko perjalanan seperti kecelakaan belum bisa ditanggung oleh pihak OMH.
“Sekarang ini, sebelum menyeleksi driver kami sudah bilang kalau risiko apa pun ditanggung sendiri,” ucap Kevin.
Menyadari kekurangan yang ada, Kevin menambahkan bahwa pihak OMH berencana mengembangkan dan menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi pelanggan dan driver dengan melakukan survei terlebih dahulu.
“Ke depannya mungkin ada, tapi sebelumnya kami bakal melakukan survei kampus terlebih dahulu,” jelasnya.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

