Hits: 114

Grace Kolin

Judul Buku      : Anna Karenina

Penulis              : Leo Tolstoy

Penyunting      : Nien

Penerbit           : Narasi

Tahun Terbit   : 2016

Tebal                 : 216 hlm

“Kau menikahi seorang lelaki yang jauh lebih tua darimu, dan kau menikahinya tanpa cinta. Itu adalah sebuah kesalahan, ingat itu,” – Halaman 117.

Sebagai penikmat sastra, tak ada salahnya melirik novel klasik Rusia, Anna Karenina. Salah satu mahakarya Count Leo Nikolayevic Tolstoy (1828 – 1910), alias Leo Tolstoy. Novel yang ditulis pada tahun 1873 ini terinspirasi dari kematian sosok wanita yang telah ditolak oleh kekasihnya yang kemudian menjatuhkan diri ke rel kereta api stasiun lokal di Rusia.

Tolstoy begitu terkesima dengan sosok wanita yang tertekan oleh perasaan iri dan cemburu, yang telah rela mengorbankan segalanya demi cinta bahkan hidupnya. Hingga pada akhirnya, keterkesimaan ini mengantarkan Tolstoy untuk menulis novel yang sarat dengan gairah cinta, perzinahan hingga kematian yang meyakitkan.

“Aku tahu segala risiko dari posisiku saat ini,” kata Anna, “namun segala sesuatu tidak semudah seperti yang kau harapkan dalam pikiranmu,” – Halaman 51.

Anna adalah sosok wanita yang rumit. Di sisi lain, ia adalah istri Karenin (seorang bangsawan). Di sisi lainnya lagi ia merupakan selingkuhan dari Vronsky (anggota barisan berkuda dari Petersburg). Ia terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia bersama suami yang jauh lebih tua darinya dan membosankan. Tiba-tiba, Vronsky yang jauh lebih tampan dan simpatik hadir dalam kehidupannya. Godaan demi godaan pun membuat Anna tak tahan untuk melanggar sumpah pernikahannya.

Ketika perselingkuhan merupakan perilaku terlarang, tabu dan tidak dibenarkan dalam norma masyarakat. Bagi Anna, perselingkuhan seolah adalah pilihan. Pilihan bagi seorang wanita untuk keluar dari belenggu patriarki yang menjerat kaum wanita.

Sebagai wanita mengapa ia tidak boleh berselingkuh? Sementara abangnya, Oblonsky menganggap perselingkuhan sebagai sesuatu hal yang biasa. Status sebagai suami Dolly tidak mengubah tabiatnya sama sekali. Sekali pun ia sudah beranak lima.

“Dalam delapan tahun ini ia telah menghancurkan hidupku, menghancurkan segalanya yang pernah hidup dalam diriku, dia tak pernah berpikir bahwa aku adalah seorang wanita berjiwa yang butuh cinta,” – Halaman 73.

Ketika cinta dan nafsu Anna pada Karenin telah padam, ia hanya menyimpan kasih sayang pada putranya, Seriozha. Bahkan ketika Annie, anak dari hubungan gelapnya lahir, Anna tidak rela berpisah dengan putra kesayangannya. Meskipun Seriozha adalah buah hati dari suami yang ia benci.

Kebenciannya pada Karenin tidak mereda. Meskipun Karenin telah memaafkan kelakuannya, Anna tetap tersiksa karena ia tidak diizinkan membawa Seriozha untuk ikut dalam ‘pelarian’-nya bersama Vronsky. Ia juga hanya bisa pasrah dan menunggu kejelasan status perceraian yang tak kunjung dikeluarkan Karenin.

Bersama Vronsky, Anna juga tidak selamanya bahagia. Terkadang, ia takut. Terkadang ia cemburu. Terkadang pun ia begitu posesif dan emosional. Sehingga membuat Vronsky merasa kebebasannya terampas. Demi Anna, ia telah mengorbankan jabatan dan karirnya, begitu pun dengan harga dirinya. Semakin lama, perselingkuhan ini semakin membuatnya gerah.

Diam-diam, Anna juga merasakan cinta Vronsky kepadanya semakin berkurang. Ia pun mulai depresi dan tertekan dalam kecemasannya sendiri. Belum lagi menurut kabar burung, Vronsky akan dijodohkan dengan Putri Sorokina. Putri yang belakangan ini dekat dengan ibu Vronsky. Akhirnya, Anna pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di rel kereta api. Sebab tak ada lagi hal yang tersisa dari hidupnya, selain aib dan dosa.

“Semuanya tampak jelas, selama ini jalan yang ia lalui berada di kegelapan. Tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap dan padam selamanya,” – Halaman 203.

Jika dilihat dari perspektif norma, Anna jelas adalah pihak yang bersalah. Karena ia tidak setia pada suaminya. Tidak setia pada komitmen pernikahan yang telah ia sepakati. Namun, sebelum pada akhirnya Tolstoy memperkeruh kebencian pembaca terhadap Anna, Ia terlebih dahulu telah memberikan pembaca ‘ruang’ untuk merasakan pedihnya dunia wanita terkutuk bernama Anna. Sakitnya cambuk hukuman dari norma. Juga kalutnya pikiran seorang wanita yang merasa semakin terasing karena kesalahan yang ia perbuat.

Selain Anna, Tolstoy juga membingkai kontrasnya kelas sosial di Rusia pada abad ke-19. Gemerlapnya dunia Anna, Vronsky dan Oblonsky tidak sepantar dengan dunia Levin, petani yang cukup sukses dan disegani di desanya. Levin lebih menyukai kesederhanaan dan kerja keras. Ia yakin, cintanya pada Kitty tulus. Meski Kitty sempat menolak lamarannya, ia lantas tak patah arang. Dengan harapan yang masih tersisa, Levin pulang ke desanya dan mengembangkan lahan pertaniannya. Hingga kemudian, takdir dengan caranya yang unik kembali mempertemukan Kitty sebagai istrinya.

Lewat Anna Karenina, Tolstoy secara tidak langung telah memberikan pembaca sebuah kisah yang menakjubkan, abadi dan dapat dibaca berulang-ulang. Bahkan telah difilmkan dengan judul yang sama pada tahun tahun 2012 dan diperankan oleh aktris kenamaan, Keira Knightley.

Anda tertarik? Selamat membaca!

Leave a comment