Penulis                  : Sapardi Djoko Damono

Judul Buku           : Hujan Bulan Juni

Jenis Buku            : Fiksi

Jumlah Halaman : 120 Halaman

Tahun Terbit         : Juni 2013

Penerbit                  : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni

Sebab hujan bulan juni dirahasiakan rintik rindunya

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Pijar, Medan. Sapardi Djoko Damono  mengumpulkan sajak-sajak pilihan dari beberapa buku puisi dengan sedikit koreksi, penambahan serta pengurangan sajak. Disajikan secara sederhana dan bermakna seperti kutipan diatas, nikmat untuk dibaca dan mudah untuk dicerna. Judul buku ini sendiri diambil dari judul puisinya yang terdapat pada halaman 104, dengan tahun pembuatan 1989 “Hujan Bulan Juni.”

Sapardi adalah penyair yang menulis kejutan dengan segala kesederhanaannya, ringkas dan pas.  Sajak-sajak yang terangkum didalamnya adalah kumpulan dari beberapa buku puisi, yaitu duka-Mu abadi (1969), Mata Pisau (1974), Akuarium ( 1974) dan Perahu Kertas (1984). Kemudian ada beberapa sajak yang belum pernah dimuat yang kemudian dibukukan dalam buku ini.

Dari 120 halaman puisi yang terangkum adalah tentang hujan, aroma hujan. Entah rahasia apa yang tersembunyi di balik hujan, Sapardi Djoko Damono menafsirkan hujan dengan seribu tanda tanya dikepala pembaca.

Sepuluh judul puisi didalam buku ini memakai kata hujan yakni : Hujan-Jalak dan Daun Jambu, Hujan Bulan Juni, Sihir Hujan, Hujan Turun Sepanjang Jalan, Hujan dalam Komposisi 1, Hujan dalam Komposisi 2, Hujan dalam Komposisi 3, Percakapan Malam Hujan, Kuhentikan Hujan.

Lain pula puisi yang berjudul “ Iring-Iringan di bawah Matahari” terpapar dengan panjang lebar dengan makna bahwa matahari akan segeranya pergi meninggalkannnya terkunci sendiri.

Secara keseluruhan buku ini mengajak pembaca untuk menikmati hujan dengan halus, tanpa keluh kesah dengan turunnya hujan membasahi bumi. Hujan bulan juni kini menyisakan tanah yang basah dalam kesejukan.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan usia. Baik remaja ataupun tua.  Dinikmati dengan berbarengan hujan yang menyapa pasti lebih bermakna. [ZRS]

Leave a comment