Hits: 37

Kelly Kidman Salim

Pijar, Medan. Film yang mengangkat tema tentang keluarga sering sekali mendapatkan tempat tersendiri di dalam hati penonton. A Long Visit (Mom) adalah sebuah film asal Korea Selatan yang mengangkat cerita mengharukan dalam hubungan antara ibu dan anak. Film mengharukan yang dirilis pada tahun 2010 ini dapat mengundang derai air mata siapapun yang menonton.

Ji-Suk, seorang anak perempuan—diperankan oleh Park Jin-Hee—merupakan anak yang sangat disayangi dan dibanggakan oleh ibunya—diperankan oleh Kim Hae-Sook. Keluarga kecil Ji-Suk terdiri dari kedua orang tua, seorang adik laki-laki, dan dirinya. Terlepas dari sosok ayah Ji-suk yang tidak terlalu menunjukkan kasih sayangnya secara eksplisit, dan sering kali memukuli ibunya, Ji-Suk selalu dijaga dan diperhatikan dengan baik oleh ibunya sejak kecil.

Ibu Ji-Suk senantiasa mencoba untuk menjadi sosok orang tua yang dapat diandalkan, meskipun Ji-Suk sempat merasa malu atas kehadiran ibunya di salah satu acara sekolah. Namun, setelah menyadari bahwa ibunya hanya berusaha untuk ada bagi dirinya, Ji-Suk mulai memiliki hubungan yang erat dengan Ibunya.

Berkat dukungan Ibunya, Ji-Suk tumbuh menjadi perempuan dewasa yang pintar. Ia menerima beasiswa untuk kuliah di Seoul dan meninggalkan keluarganya di desa. Dalam film ini, sosok ibu terlihat tidak pernah lepas untuk menjaga anaknya, hal ini ditunjukkan dengan adanya adegan yang memperlihatkan bahwa Ibu Ji-Suk menyiapkan begitu banyak keperluan yang sekiranya dibutuhkan anaknya saat tiba di Seoul.

Kasih Sayang dan Perjuangan Ibu dalam A Long Visit (Mom) 2010 - www.mediapijar.com
Adegan ibu Ji-Suk membawakan keperluan Ji-Suk ke Seoul
(Sumber Foto: asianwiki.com)

 

Ji-Suk pun akhirnya menikah dan dikaruniai seorang putri. Meski begitu, Ibunya tetap memperlakukan Ji-Suk seperti anak kecil dengan mengirimkannya makanan, mengunjungi dirinya ke Seoul, dan merawatnya.

Tiba suatu saat, ayah Ji-Suk meninggal dan membuat ibunya sempat terpuruk, tetapi peran ibu yang tidak pernah lelah untuk mengasihi anaknya sangat tergambar dalam film ini. Begitu juga dengan sosok anak yang memiliki hubungan erat dengan ibunya, dapat dilihat dari hubungan Ji-Suk dengan ibunya yang tetap saling menguatkan.

Suatu ketika, Ji-Suk tiba-tiba menempuh perjalanan kembali ke desa untuk menemui ibunya. Ia mengajak sang ibu untuk berjalan-jalan dan menikmati makanan enak. Ji-Suk juga mengunjungi teman lamanya untuk menghabiskan waktu bersama. Kehadiran Ji-Suk tentu saja membawa kebahagiaan bagi ibunya.

Di balik itu semua, perjalanan tersebut adalah perjalanan terakhir bagi Ji-Suk yang hanya berusaha untuk menghabiskan waktu-waktu indah bersama ibunya. Kunjungan itu ternyata menyimpan alasan yang menyedihkan dan menyakitkan bagi ibunya. Apa sebenarnya alasan Ji-Suk meninggalkan ibunya? Apakah kalian sudah bisa membayangkan betapa sedihnya film ini?

Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga sebagai pengingat bahwa kita harus menghargai setiap waktu kita dengan orang yang kita sayangi. Kalau sudah siap untuk meneteskan air mata, kamu bisa segera menonton film ini di platform kesayanganmu!

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment