Hits: 44

Kiki Nabila Tusu

Pijar, Medan. Kabar menarik datang dari sebuah lembaga pembelajaran yang berfokus di bidang jurnalistik, yaitu Narasi Academy yang menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Australia. Kolaborasi ini meluncurkan program bernama “Journalism Fellowship”, sebagai program terbaru yang menyasar seluruh lembaga pers yang ada di Indonesia. Pendaftaran tidak dipungut biaya dan dibuka mulai 19 Mei hingga 31 Mei 2025, serta program dilaksanakan secara daring.

Program ini bertujuan untuk membekali para generasi muda melalui kegiatan berupa pengembangan karya tulis, foto, juga video. Selain itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan lain untuk mewujudkan generasi muda menjadi jurnalis yang lebih kreatif, kritis, dan berkualitas.

Rute akhir pendaftaran pada 31 Mei 2025, dan pengumuman peserta yang akan dilakukan pada awal Juni. Program ini memiliki kegiatan rutin, seperti pendampingan dan pameran hasil karya yang dimulai dari bulan Juni hingga Juli. Oleh karena itu, masing-masing perwakilan kelompok dapat melakukan pendaftaran melalui pranala (link) Google Formulir yang tersedia pada laman utama (feeds) dan takarir (caption) unggahan akun Instagram Narasi Academy.

Adapun beberapa persyaratan yang ditentukan, seperti mahasiswa aktif dan merupakan anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di sebuah universitas, setiap pendaftar membentuk satu kelompok yang berjumlah tiga hingga lima orang, dan turut berpartisipasi membuat foto, video, serta tulisan dengan isu yang sudah ditentukan sebagai salah satu syarat pendaftaran, yaitu isu demokrasi inklusif dan era digitalisasi. Kedua isu tersebut membahas cara generasi muda dalam mengamati sisi demokrasi dan digitalisasi yang dapat bergerak cepat pada zaman sekarang.

Muhammad Shibghoh Kuncoro Putra, selaku anggota Pers Mahasiswa Suaka Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, mengungkapkan bentuk antusiasnya dalam mengikuti program ini.

“Saya sangat antusias, karena ini merupakan momen berharga untuk saya lebih belajar dan mengembangkan skill dalam bidang jurnalistik bersama dengan para profesional di sana. Sekaligus memperluas jaringan saya dengan pers mahasiswa lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk bersedia mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan dalam program. Kegiatan tersebut, seperti kelas online, pendampingan, termasuk sesi pembukaan acara, hingga produksi karya.

Narasi Academy akan menyediakan 10 posisi untuk kelompok peserta yang terpilih. Kelompok yang beruntung akan mendapatkan beberapa manfaat, seperti pelatihan dan pendampingan dari jurnalis profesional, jaringan dan relasi dengan para jurnalis muda lainnya, serta hasil karya jurnalistik akan dipamerkan di Narasi serta Kedutaan Besar Australia.

Muhammad berharap bahwa program ini tetap berjalan ke depannya, sehingga mahasiswa yang tergabung dalam LPM dapat lebih memperdalam bidang jurnalistik.

“Semoga ke depannya kegiatan ini bisa konsisten diadakan setiap tahunnya. Agar kami bisa terus belajar dan memperdalam pengetahuan kami sebagai pers mahasiswa, terkait dunia kejurnalistikan, khususnya di bidang profesional,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment