Hits: 30

Yudika Phareta Simorangkir / Adinda Amelia Putri br. Tarigan

Pijar, Medan. Indonesia kembali memperingati Hari Wayang Nasional (HWN) pada 7 November 2024, sebagai bentuk penghormatan terhadap seni tradisional yang merupakan aset budaya nasional. HWN menjadi momentum penting untuk menyemai kecintaan terhadap wayang yang hampir terlupakan.

Dilansir dari detikjateng.com, peringatan HWN pertama kali ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018 yang tertanggal 17 Desember 2018. Wayang sendiri diakui dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Tak Benda Manusia pada 7 November 2003. Penetapan ini dianggap penting karena wayang memiliki nilai budaya, artistik, dan sejarah yang memainkan peran krusial dalam memperkaya warisan budaya lokal.

Pada HWN tahun 2019, sekaligus Hari Wayang Dunia ke-5 di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, “Wayang adalah salah satu pilar utama seni budaya Indonesia yang adiluhung karena mengandung pelajaran dan simbol bagi nilai hidup dan moral bangsa Indonesia”.

Wayang berupa kulit bermotif yang merupakan peninggalan sejarah kesenian Indonesia, dulunya digunakan sebagai media pemanggil arwah roh leluhur yang telah meninggal untuk urgensi keagamaan. Seiring perkembangan zaman, wayang mengalami revolusi yang kini menjadikannya sarana hiburan dan penceritaan lewat seni pertunjukan yang mengandalkan bayangan di layar.

Sayangnya, seni tradisi budaya lokal seperti wayang mengalami kondisi memperihatinkan. Wayang hampir punah tergilas oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Bukan hanya jarang ditemui, wayang juga tidak lagi menarik perhatian masyarakat karena dianggap terlalu kuno. Bahkan, kini wayang hanya ditampilkan dalam acara tertentu saja.

Menyikapi kepunahan yang mengintai, upaya pelestarian wayang menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah dan masyarakat. Dilansir dari CNN Indonesia, Eny Sulistyowati selaku Ketua Bidang Humas dan Kemitraan Sena Wangi, menyampaikan pesannya dalam rangka memperingati HWN tahun 2023.

“Menggandeng generasi milenial bahwa benar-benar tugas kami untuk mentransfer wayang ini agar bisa dimengerti, bisa dicintai generasi muda di Indonesia. Dari hal yang kecil dulu, kami mencoba mentransfer pelan-pelan bagaimanapun. Dari mereka yang tidak tahu menjadi ingin tahu,” jelas Eny.

Dengan pagelaran wayang ini masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal, merasa memiliki, dan mencintai kebudayaan tradisional Indonesia. HWN memang seharusnya tidak hanya perayaan belaka, tetapi menjadi pengingat untuk mencetak generasi penerus di tengah arus modernisasi.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment