Pentingnya Memiliki Kemampuan Berbicara

Sumber Foto: Youtube Semarfest

Cut Tasya Salsabila

Pijar, Medan. Kemampuan berbicara (public speaking) merupakan salah satu hal yang penting untuk dimiliki. Tidak hanya digunakan pada dunia kerja, beberapa kegiatan lain juga turut membutuhkan kemampuan ini, terutama di dunia perkuliahan. Dengan memiliki public speaking yang baik, maka akan membantu kita untuk dapat menyampaikan ide secara tepat kepada audiens di depan umum. Namun, kegiatan yang memiliki banyak keunggulan ini nyatanya masih dianggap sulit oleh sebagian orang. Sehingga diperlukan bimbingan dan dorongan agar seseorang bisa melakukan public speaking dengan lancar dan mudah.

Membahas mengenai public speaking, Semarfest mengadakan webinar nasional pada Minggu (4/4) yang dimulai pukul 09:00 WIB melalui Zoom meeting dan live streaming YouTube pada kanal resmi Semarfest. Acara ini menghadirkan Ahmad Wali Radhi dan Mega Harawati selaku narasumber yang membahas hal apa saja yang harus diperhatikan oleh public speaker pemula.

Semarfest sendiri merupakan sebuah acara yang diadakan untuk memperingati dies natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) ke-45 yang bertujuan mengembangkan bakat dan potensi sari berbagai kalangan melalui serangkaian kegiatan lomba dan webinar-nya. Mengangkat judul “Build Up Your Public Speaking Skill to Educate”, pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan berbicara di depan umum untuk para pesertanya.

Public speaking bukan hanya sebatas berbicara di depan umum, namun juga tentang seni. Seorang pembicara harus bisa meraih penonton dan menguasai ruangan dengan baik, agar materi yang disampaikan dapat dengan mudah ditangkap oleh penonton. Namun itu semua bukanlah hal yang mudah, khususnya bagi pemula yang masih memiliki berbagai kesalahan umum ketika mengawali dunia public speaking. “Kesulitan dan tantangan bagi pembicara pemula adalah hal yang wajar. Malah, hal itulah yang akan membuatnya terus belajar untuk memperbaiki kemampuan public speakingnya,” ucap Ahmad.

Mengingat luasnya hal-hal yang berkenaan dengan public speaking terutama untuk edukasi, Mega Herawati, selaku narasumber kedua, memiliki cara lain untuk berbicara di depan umum yaitu dengan mendongeng.

Mega membagikan kisah awal mulanya ia suka mendongeng dan hal-hal apa saja yang telah ia lakukan dengan mendongeng. Salah satunya adalah dengan membuat Project Mager Salatiga yang berkeliling dari satu desa ke desa lainnya untuk melakukan 3 hal yaitu keep educative, kelas kreatif, dan mendongeng.

Mega mengaku, ia memilih dongeng sebagai sarana untuk berbicara karena menurutnya penting untuk diketahui bahwa mendongeng adalah bagian dari mengajari tanpa menggurui. “Menjadi seorang pencerita itu, tidak lepas dari menjadi seorang pendengar,” tuturnya.

Dalam pemaparan materi, kedua narasumber tidak hanya memberikan pengalaman dan pengetahuan di bidang public speaking, namun juga memberi tips serta trik yang cocok untuk dilakukan bagi public speaker pemula khususnya mahasiswa.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *