Hits: 37
Yudika Phareta Simorangkir / Trisha Permata
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menggelar pemilihan duta mahasiswa (dumas). Tentunya, ajang bergengsi di USU ini sudah dinanti-nantikan oleh mahasiswa setiap tahunnya. Pendaftaran Dumas telah dibuka sejak 8 Oktober 2024 lalu hingga 18 Oktober 2024 yang mendatang.
Tahun lalu terdapat dua jalur pendaftaran yaitu, jalur workshop dan jalur umum. Melalui jalur workshop, akan ada pelajaran public speaking, catwalk, hingga pengembangan bakat peserta. Namun, di tahun ini USU hanya membuka jalur umum, yang mana akan menjalani tahapan berupa pemberkasan (administrasi), wawancara, karantina dalam bentuk pelatihan intensif (seleksi bakat, FGD, dsb), hingga pelatihan persiapan menuju grand final.
Keberadaan duta mahasiswa dalam suatu universitas merupakan hal penting yang berpengaruh pada citra universitas. Sebagai cerminan mahasiswa sekaligus representasi kampus, duta mahasiswa harus memiliki kualitas yang mumpuni. Representasi kampus diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pihak kampus, menjadi teladan, serta membawa perubahan menuju arah yang positif di kalangan mahasiswa.
Kenzie Alexander Kelana, Duta Mahasiswa USU tahun 2023, membagikan pengalamannya selama masa penyeleksian di tahun lalu.
“Kita dituntut untuk bisa menginspirasi, mempunyai wawasan yang luas, dan percaya diri. Tentunya tiap peserta harus mempunyai bekal pengetahuan baik dalam maupun luar kampus. Pada sesi unjuk bakat, kami kebanyakan menampilkan skill public speaking yang tidak dimiliki oleh semua orang,” ujarnya.
Untuk dapat menempati posisi Duta Mahasiswa USU, bukan hanya tampilan luar saja yang menjadi penilaian. Pengetahuan akan kampus, kecakapan dalam berkomunikasi, serta cara bersikap juga menjadi poin penting dalam masa penyeleksian. Dumas sendiri memiliki prinsip 3B yang harus dipegang, yaitu brain (kepintaran), beauty (cantik di dalam dan luar), dan behavior (sikap).
Menjadi duta mahasiswa tidak hanya menambah pengalaman dalam berkompetisi, tetapi juga memperluas jaringan, personal branding, hingga mempemudah untuk mendapatkan peluang karier ke depannya. Duta mahasiswa adalah wadah yang tepat untuk pengembangan diri. Pasalnya, bukan saja melatih mahasiswa untuk memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi juga menempah mahasiswa agar memiliki mental yang matang dalam dunia kerja nantinya.
“Aku juga awalnya hanya iseng untuk menambah pengalaman dan ternyata lolos hingga grand final. Karena kalau kita tidak berani mencoba tentunya kita tidak bisa apa apa. Jangan takut dan minder sebelum memulai, kita harus mencari kesempatan untuk mengembangkan potensi diri,” pesan Kenzie.
Harapannya, Duta Mahasiswa USU tahun 2024 yang nantinya akan terpilih dapat bertanggungjawab dalam mengemban amanah yang diberikan. Selain itu, mereka juga diharuskan mampu membawa dan menjaga nama baik USU.
(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

