Hits: 55
Siti Farrah Aini
Pijar, Medan. Bagaimana bila para lanjut usia (lansia) diberikan sebuah ruang untuk mengungkapkan isi hati, berkreasi dalam kanvas berwarna, dan bersenang-senang dalam kegiatan sederhana? Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) Stambuk 2022 melalui komunitas Raksaka Bhumi menjawab pertanyaan tersebut dengan aksi nyata. Sebuah kampanye bagi para lansia dengan tajuk “Ruang Usia” telah dilaksanakan di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, pada Sabtu (4/10/2025).
Syakirah Amilia, selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa kampanye ini lahir dari minimnya perhatian terhadap lansia dan panti jompo di kalangan masyarakat, dan ketiadaan panti jompo milik pemerintah di Kota Medan. Melalui kampanye ini, Raksaka Bhumi bertujuan untuk mendorong empati, kesadaran, dan dukungan masyarakat bagi kaum lansia, serta mengurangi stigma buruk terhadap panti jompo.
“Kami tidak bisa langsung mengubah perspektif, tetapi kami hanya ingin menyampaikan bahwa lansia yang ada di panti jompo justru merasa bahagia karena memiliki teman. Jadi, sebenarnya panti jompo tidak se-negatif itu. Selain itu, kami juga ingin melihat bagaimana Oma dan Opa membentuk hubungan sehingga tercipta rasa kekeluargaan di sini,” tambahnya.
Raksaka Bhumi menyajikan rangkaian kegiatan interaktif dengan dua kegiatan inti, yakni sesi refleksi dan melukis bersama. Kedua sesi didampingi oleh para panitia, serta rekan kolaborasi dari Insan Nasional Bestari Indonesia (INBI) agar dapat memandu para lansia dalam melakukan kedua sesi inti.

(Fotografer: Siti Farrah Aini)
Sesi refleksi mengajak para lansia di panti jompo yang akrab disapa dengan Oma dan Opa untuk menuliskan pengalaman, perasaan, serta kesan dalam kesehariannya di panti jompo. Beberapa dari mereka tidak ragu untuk menceritakan kisah-kisah keseharian mereka secara langsung.

(Fotografer: Siti Farrah Aini)
Dalam sesi melukis bersama, mereka diberikan sebuah kanvas dengan motif untuk diberi warna sesuai dengan panduan yang telah diberikan. Sesi kedua ini memicu kreativitas dan memberikan rasa senang kepada Oma dan Opa, hingga tersurat wajah gembira ketika melukis di atas kanvas.
Tjioe Tapo, selaku salah satu pengurus Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, menanggapi dengan baik kehadiran Ruang Usia oleh Raksaka Bhumi.
“Tanggapan kita tentu bagus dan senang juga, karena untuk kebaikan orang tua supaya me-refresh pikiran. Bagus juga bagi mereka yang datang ke sini karena bisa melihat dan merasa iba (tersentuh), sehingga menganggap Oma dan Opa seperti orang tua mereka,” tanggapnya.
Melalui kampanye ini, Syakirah berharap bahwa pesan kampanye yang dipublikasikan melalui media sosial dapat tersampaikan dengan baik. Ia juga berharap akan muncul komunitas dengan fokus perhatian yang selaras dengan Raksaka Bhumi.
“Selain kita aware terhadap lansia dan panti jompo, kita juga bisa aware ke diri sendiri. Lalu, harapannya ke Oma dan Opa di sini, mereka bisa senang,” harapnya.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

