Hits: 26

Tasya Hapsari

Pijar, Medan. Keluarga Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) menyelenggarakan perayaan Natal di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Manna Marturia Tanjung Sari. Natal tahun ini mengusung tema “Lilin Kecil di Sudut Gelap Dunia” yang diambil dari Matius 5:16. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa (16/12/2025).

Yabes B. Sihombing, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai harapan agar para tamu bisa menjadi lilin di dunia dengan memberikan kasih yang tulus.

“Tema ini dipilih karena kami berharap dengan tema tersebut, para tamu bisa menjadi lilin di dunia yang terhitung kecil ini. Karena walau dunia ini kecil dan gelap, tetapi jika kita memberi kasih dengan tulus, maka [dunia] akan menjadi terang,” jelasnya.

Joslin Panjaitan, selaku Pendeta yang membawa ibadah, juga memberi penjelasan mengenai tema Natal tahun ini.

“Seorang anak kecil tentu merasa aman dengan satu lilin yang menyala di tengah kegelapan. Itulah gunanya lilin yang menyala, itulah gunanya terang. Malam ini, Yesus hadir untuk kita, Yesus tahu kita menjadi terang bagi orang-orang di sekeliling kita, sebagaimana tema Natal di malam ini,” ucapnya.

Perayaan Natal ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU, tetapi juga terbuka untuk umum dan bagi semua orang yang merasa terpanggil hatinya untuk datang. Bahkan, ada beberapa peserta dari latar belakang keyakinan berbeda yang turut hadir dan memberikan respons positif, salah satunya adalah Muhammad Nafis Athallah, yang merupakan seorang Muslim. Saat ditanyai kesannya oleh Master of Ceremony (MC), ia mengatakan bahwa acara Natal malam itu “penuh syukur”.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Natal tahun ini didominasi dengan warna hijau zamrud, dan menghadirkan rangkaian drama musikal yang menceritakan tentang seseorang yang dikucilkan, dan tetap dipandang dan dipedulikan oleh Tuhan

Melalui pertunjukkan yang ditampilkan, Joslin mengatakan bahwa drama musikal tersebut memberikan makna bahwa Allah tidak peduli bagaimana latar belakangmu, Allah tidak peduli bagaimana cerita hidupmu, atau betapa rapuh dan hancurnya hidupmu, karena semuanya berharga di mata Allah.

Dari perayaan Natal ini pula, Yabes berharap bahwa acara ini bisa menjadi tali persaudaraan, dan mempererat hubungan antara semua fakultas atau program studi di USU.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment