Hits: 5

Michael Sitorus

Pijar, Medan. Olahraga ekstrem terjun lenting (bungee jumping) dilakukan dengan cara menjatuhkan diri dari tempat tinggi. Perlengkapannya cukup sederhana, yakni menggunakan tali elastis sebagai alat pengaman. Namun, bagaimana jika terjun lenting menjadi olahraga kardiovaskular yang dilakukan dalam ruangan?

Kerap melahirkan varian dan cara baru, olahraga terus berkembang dalam memberikan manfaat dan daya tarik yang lebih baik. Bungee workout dipelopori pertama kali di Thailand, terinspirasi dari penampilan gerakan sirkus di negara tersebut. Kemudian, olahraga tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dengan menggunakan tali pengaman bungee yang lebih pendek. Indonesia telah mengenalnya sejak bulan Agustus 2019, mulanya di Kota Bandung.

Meskipun masih terbilang baru, banyak orang telah tertarik untuk mencoba bungee workout. Peminat olahraga ini biasanya adalah masyarakat yang berada di kota besar, termasuk orang yang lebih fokus bekerja dan kurang berolahraga.

Bungee workout merupakan kombinasi dari bungee jumping dengan tali elastis bungee-nya dan gerakan kardiovaskular yang umum. Olahraga ini dilakukan dengan cara melakukan gerakan akrobatik melalui pergerakan anggota tubuh ke segala arah dengan teratur dan biasanya diiringi musik.

Tujuan dari olahraga ini sederhana, untuk terus bergerak sebanyak mungkin dengan menggabungkan gerakan cepat dan mendadak. Transisi gerakan yang dilakukan diawali dengan gerakan sederhana seperti squat, lunge, plank, dan push-up. Gerakan tersebut kemudian beralih ke gerakan yang lebih aktif, seperti berlari, melompat, dan dance cardio serta diikuti gerakan melayang.

Core muscle menjadi pusatnya. Gerakan yang dilakukan dalam olahraga ini berfokus dalam membantu memperkuat otot di sekitar perut dan pinggang. Peningkatan daya tahan dan keseimbangan tubuh adalah manfaat lain yang dapat Anda peroleh.

Bungee workout dapat membantu memperbagus postur badan, terutama yang mengalami kegemukan dan membungkuk akibat sering bekerja seharian di depan layar. Satu jam melakukan bungee workout dapat membakar kalori yang sama seperti berlari tujuh km. Hal ini memberikan keuntungan yang lebih efektif ketika ingin menurunkan berat badan dengan cepat dan aman.

Olahraga ini melakukan gerakan dengan intensitas tinggi, tetapi dengan hentakan yang rendah. Hentakan pada persendian menjadi bagian yang paling berisiko terkena cedera ketika melakukan olahraga. Alasan inilah yang membuat bungee workout aman untuk segala usia tanpa membahayakan persendian, dari anak-anak hingga lanjut usia.

Intensitas gerakan yang tinggi memungkinkan Anda mengalami sesak napas sementara hingga bersin-bersin ketika melakukannya untuk pertama kali.

Walaupun dianggap aman, penting untuk mematuhi standar keamanan dengan memakai peralatan yang lengkap untuk mencegah cedera. Alat yang paling utama dalam melakukan bungee workout adalah tali bungee sebagai alat untuk menggantung. Carabiner sebagai pengait, swivel sebagai alat yang membantu mengurangi gesekan pada tali bungee, hingga plafon/langit-langit sebagai tempat tali bungee ditempelkan harus dipastikan kondisinya.

Bagi Anda yang memiliki waktu sedikit, tetapi ingin berolahraga kardiovaskular dengan menyenangkan serta minim risiko cedera, olahraga ini menjadi rekomendasi yang tepat.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment