Hits: 63
Sabbih Fadhillah Saputri / Azka Luthfiah Khalda
Pijar, Medan. Apakah kamu orang yang sangat percaya diri hingga merasa lebih dari yang lain? Jika jawabannya iya, mungkin kamu adalah seorang Narcissistic Personality Disorder (NPD).
Sebagian orang mungkin masih asing ketika mendengar salah satu jenis gangguan kepribadian ini. Dilansir dari laman siloamhospitals.com, NPD atau gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu jenis gangguan mental di mana pengidapnya menganggap bahwa dirinya lebih baik dan lebih penting daripada orang lain sehingga orang lain harus mencintai, mengagumi, dan membanggakannya.
Pengidap gangguan kepribadian ini biasanya tampak selayaknya orang pada umumnya, di mana secara spesifik tidak ada tanda-tanda fisik tertentu. Namun, orang dengan gangguan kepribadian ini dapat dilihat dan diidentifikasi salah satunya lewat perilakunya.
Orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung haus akan pujian dan memiliki sifat lebih emosional daripada orang pada umumnya, terutama terhadap keinginannya. Para pengidap gangguan kepribadian ini dapat menghalalkan segala cara agar bisa meraih apa yang diinginkan.
Dari penjelasan tersebut, mungkin muncul pertanyaan dalam benakmu, “Bukankah menjadi percaya diri itu baik?”
Perlu digarisbawahi bahwa percaya diri dan NPD merupakan dua hal yang berbeda. Orang yang percaya diri termotivasi dari pencapaian yang mereka miliki, sementara NPD lahir dari rasa terancam atau ketakutan akan kalah dengan bersaing dengan orang lain.
Jika diabaikan, bukan tidak mungkin NPD akan menyebabkan komplikasi pada diri seperti, depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, anoreksia, gangguan fisik, hingga perilaku yang dapat menyakiti diri sendiri.
Namun, kamu jangan langsung mendiagnosis diri sendiri! Sebaliknya, kamu justru bisa menjadikan penjelasan ini untuk menajamkan kesadaran diri atau self awareness terhadap keberadaan dan pengidap gangguan kepribadian narsistik ini.
Berikut dipaparkan beberapa cara yang dapat kamu lakukan dalam mengatasi NPD.
Pertama, belajarlah untuk menerima kritik. Cobalah untuk berpikir lebih terbuka dengan menerima segala masukan, saran, atau kritik yang membangun dari orang lain. Kamu dapat memulainya dengan mendengarkan secara aktif ketika orang lain berbicara, memahami perspektif orang lain, dan berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Kedua, salurkan stres. Ketika kamu merasa cemas atau stres, kamu dapat melakukan kegiatan positif untuk menguranginya. Misalnya dengan olahraga ringan seperti meditasi, yoga, joging, ataupun melakukan aktivitas hingga hobi lain yang kamu sukai.
Ketiga, menerapkan pola hidup sehat. Kamu dapat memulainya dari hal yang paling mudah, seperti makan makanan yang bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan rutin berolahraga.
Dengan menerapkan ketiga cara di atas maka kamu dapat merasakan peningkatan kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup.
Akan tetapi, bagi kamu yang merasakan gejala atau kecenderungan NPD secara berkepanjangan maka jangan segan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai gangguan kecemasan ini. Lanjutkan penanganan dengan berkonsultasi melalui bantuan ahli professional agar gangguan kepribadian ini dapat segera teratasi dan tidak menjadi semakin parah.
Meskipun begitu, NPD sulit diobati karena pengidapnya cenderung menolak untuk mengakui atau mencari bantuan dalam pemulihan kondisi kepribadiannya tersebut. Namun di satu sisi, terapi psikologis seperti terapi kognitif perilaku atau terapi psikoanalisis dapat membantu seseorang untuk memahami dan mengelola pola perilaku.
Dalam berinteraksi dengan orang yang memiliki NPD, menjaga kesehatan mental menjadi sangat penting. Ada beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk menjaga kesehatan mental kita dalam situasi ini.
Pertama, penting untuk menerima kondisi bahwa pengidap NPD cenderung sulit berubah dan tidak responsif terhadap kritik, bahkan mungkin perilakunya mengecewakan.
Kedua, menjaga jarak merupakan strategi yang efektif untuk menghindari stres tambahan. Terutama jika interaksi dengan orang tersebut cenderung negatif atau merugikan bagi kita.
Ketiga, penting untuk menolak dengan tegas jika kamu merasa bahwa keinginan mereka bertentangan dengan norma sosial atau etika kerja. Hal ini dapat membantu kamu untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dan prinsip yang diyakini.
Terakhir, tetap tenang dalam menghadapi orang dengan NPD adalah kunci. Mengendalikan emosi dan tidak terpancing oleh perilaku mereka yang merendahkan dapat membantu kamu untuk tetap tenang sehingga kesehatan mentalmu tidak mudah terguncang.
Dalam situasi apapun, menjaga kesehatan mental adalah prioritas utama, terutama saat berinteraksi dengan pengidap NPD yang dapat dijumpai di lingkungan manapun, baik itu di tempat kerja, lingkungan sosial, atau rumah sekalipun.
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

