Hits: 48

Maureen Christy / Naomi Adisty

Pijar, Medan. Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) kini sudah menuju ke tahap Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas). Berbeda dengan tahun lalu yang mana terdapat enam tim yang lolos, tahun ini Universitas Sumatera Utara (USU) mengalami kemajuan dengan membawa delapan tim yang melaju sampai ke Pimnas.

Ajang ini terdiri dari berbagai kategori, yakni riset eksakta, riset sosial humaniora, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, penerapan iptek, karsa cipta, karya inovatif, video gagasan konstruktif (VGK), gagasan futuristik tertulis, dan artikeli imiah. Topik dari tiap kategori bersifat bebas tidak ada pembatasan, guna mendorong kreativitas dan daya pikir kritis mahasiswa.

NeoHada dan Scolar, merupakan dua dari delapan tim yang berhasil lolos ke Pimnas. Kedua tim berada pada kategori yang berbeda, NeoHada di bidang VGK sementara Scolar di bidang kewirausahaan. Tentunya produk yang dihasilkan serta tujuannya berbeda pula.

Delapan Tim USU Lolos Pimnas ke-36, Begini Jejak di Balik Keberhasilannya - www.mediapijar.com
NeoHada dan Scolar, dua dari delapan tim menjadi utusan USU.
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi (NeoHada dan Scolar))

NeoHada membuat sebuah video gagasan mengenai desain gedung bangunan anti banjir, krisis pangan, dan listrik. Inovasi ini bertujuan agar bangunan ini dapat digunakan oleh masyarakat sehingga tidak lagi terjadi banjir, dapat menangani krisis pangan bahkan iklim yang berubah-ubah.

Ananda Risaullah, mahasiswa Jurusan Arsitektur dari tim NeoHada, mengungkapkan alasan pribadinya mengikuti program ini.

“Suatu hal yang cukup menarik menurutku kalau kita punya ide, lalu diajukan, dan kemudian didukung dan dilaksanakan. Apalagi idenya itu membantu masyarakat bahkan pemerintah,” jelasnya.

Berbeda dengan Scolar, fokusnya ialah edukasi pencegahan perundungan anak sejak dini yang disajikan melalui komik fisik dan aplikasi untuk mengaktifkan fitur Augmented Reality (AR). Inovasi ini bertujuan sebagai media pembelajaran dengan harapan meningkatkan literasi anak.

Ketua Tim Scolar, Mhd Afifan Aly Rahman Saragih, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, mengungkapkan tujuan awal mengikuti PKM untuk mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan dari bangku perkuliahan. Hal ini juga untuk mengukur seberapa jauh kemampuan mereka khususnya dalam teknologi informasi.

Selama proses persiapannya, baik Afifan maupun Ananda menyebutkan terdapat berbagai tantangan. Mulai dari kesulitan menyusun proposal, mengoreksi ide yang dimiliki, membentuk tim yang suportif, hingga manajemen waktu. Tidak jarang pula terdapat berbagai isu mengenai ketidaktransparansian penilaian. Namun, itu semua kembali kepada bagaimana peserta menyikapinya.

“Selalu ada presentasi gagal dari setiap apapun yang sedang kita kerjakan. Aku paham dengan kondisi mereka yang gagal, akan tetapi tetap ada pedoman yang memang harus kita patuhi,” ujar Afifan yang terhitung sudah dua kali mengikuti PKM.

Lebih lanjut, Ananda turut menyampaikan harapannya mengenai keaktifan mahasiswa dalam mengikuti program-program yang ada.

“Yuk, coba ikut berbagai program yang disediakan pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan kita. Karena di era sekarang menuntut kita untuk menjadi manusia yang kreatif dan bisa dalam segala hal. Kuliah ini adalah masa mengeksplor berbagai hal. Sayang rasanya kalau kita hanya mengerjakan tugas dosen karena kehidupan di masa depan tidak hanya itu saja,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

Leave a comment