Hits: 459

Sulisintia Harahap

Pijar, Medan. The power of mind atau bisa diartikan sebagai kekuatan dari pikiran adalah kekuatan yang terbesar dalam diri manusia sebagai pengaruh dalam penentu jalan hidup. Berbeda dengan makhluk lainnya, Tuhan memberikan akal pikiran hanya pada manusia untuk dapat berpikir dan membedakan baik buruknya sesuatu. Pikiran manusia seakan dapat mengendalikan kekuatan yang ada pada dirinya. Tak jarang hanya sebab pikiran, manusia kalah dengan kenyataan, seperti overthinking yang membuat tidak percaya diri.

Sebelumnya, pikiran manusia terbagi atas alam sadar dan alam bawah sadar. Menurut penelitian, kekuatan alam bawah sadar 88% dapat menguasai fungsi seluruh tubuh manusia. Sedangkan pikiran sadar hanya 12% untuk mengendalikannya. Akan tetapi, kekuatan alam bawah sadar bergerak jika ada perintah dari pikiran alam sadar manusia. Jadi, semua dimulai dari pikiran alam sadar kita.

Biasanya pikiran alam sadar lebih berfungsi pada hal yang lebih nyata, seperti menghitung, membandingkan, menganalisa, dan sebagainya. Sedangkan pikiran alam bawah sadar cenderung lebih berfungsi sebagai penyimpan ingatan (memori), pengalaman, intuisi, dan lainnya. Ingatan yang ada pada alam bawah sadar akan menjadi gambaran dari kebiasaan manusia dan bagaimana caranya berpikir.

Terkadang saat ada sesuatu yang terulang dalam hidup, tentu pikiran langsung merangsang ingatan seperti kejadian awal yang berlalu. Biasanya yang lebih tersimpan adalah hal tersulit, traumatis, hal menyedihkan sampai pada hal yang memiliki kesan terdalam. Misalnya ketika pernah gugup di depan kelas saat presentasi kemudian ditertawakan. Hal itu akan membuat mental down dan rasanya tidak ingin lagi presentasi di depan kelas. Padahal hal itu bisa saja menjadi motivasi agar dapat menampilkan hasil yang terbaik lagi di depan kelas selanjutnya.

Semua hal itu tentu bisa terprogram oleh satu hal, yaitu pikiran. Bagaimana bisa? Sekarang, coba bayangkan jika saat presentasi di kelas, sedang sendirian dan merasakan ketenangan di ruang kelas tanpa merasa grogi dengan situasi apapun. Apa yang akan terjadi?  Tentu hasil presentasi dilakukan dengan baik dan lancar. Sekarang, bagaimana keadaan pikiran kamu? Merasa tenang bukan? Tanpa sengaja, kamu baru saja sedang melatih pikiran alam bawah sadar.

Alam bawah sadar lebih menerima proses visualisasi (penggambaran) dalam ingatan. Jika alam bawah sadar sudah terlatih, itu akan lebih mudah tersinkronkan pada pikiran sadar kamu untuk langsung bertindak. Jika pikiran alam sadar mengatakan bahwa “aku bisa”, tentu pikiran alam bawah sadar akan langsung mengendalikan seluruh tubuh kamu untuk memaksimalkan perintah alam sadar bahwa kamu “bisa”.

Namun, berbeda saat pikiran alam sadar mengatakan “aku tidak bisa”, tentu pikiran alam sadar akan terus memaksimalkan perintah itu kepada seluruh tubuh untuk “tidak bisa”. Sungguh besar pengaruh kekuatan pikiran terhadap diri bukan?

Karena hal itulah, mengapa manusia harus terus berpikir positif dari pada berpikir negatif. Efek yang diterima tubuh merupakan hasil dari apa yang ada dipikiran. Jika pikiran itu sudah terlatih untuk menghadapi semua hal dengan pikiran yang positif, maka dipastikan kepercayaan pada diri akan terus ada bahkan meningkat.

Ada kata-kata yang perlu dipahami. “Apa yang ada dipikiranmu, akan mempengaruhi hati (keyakinan) mu. Apa yang menjadi keyakinanmu, akan mempengaruhi apa yang menjadi tindakanmu. Apa yang menjadi tindakanmu, akan mempengaruhi kepribadianmu.”

Maka dari itu, sekarang cobalah untuk melatih pikiran dengan memikirkan hal yang positif agar apa yang menjadi tindakan kamu dapat berakhir pada pribadi yang percaya diri terhadap apapun. Sekalipun berpikir untuk sukses. Berpikirlah bahwa kamu pasti bisa sukses, yakini, lakukan usaha, dan jadilah pribadi yang percaya akan kemampuan diri sendiri.

(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

Leave a comment