Hits: 178
Cindy Nathasya Silalahi
Pijar, Medan. Kulit manusia terdiri dari beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Pada lapisan teratas atau epidermis, ada bagian yang berperan sangat penting dalam menjaga kondisi kesehatan kulit. Bagian ini sering disebut skin barrier. Apa itu?
Dilansir dari halodoc.com, skin barrier adalah bagian kulit yang berfungsi menjaganya dari paparan radikal bebas penyebab perubahan pada kulit. Jaringan kulit ini ini tersusun dari kolesterol, asam lemak, dan ceramide.
Merawat skin barrier adalah salah satu hal yang esensial dilakukan agar fungsi perlindungan kulit bisa berjalan dengan optimal. Hal ini dilakukan agar kulit tetap sehat dan kadar kelembapannya terjaga. Selain itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kerusakan yang terjadi di lapisan kulit terluar ini agar kamu bisa segera melakukan perawatan atau pengobatan supaya kondisi kulit kembali membaik.
Ketika mengalami kerusakan skin barrier, terdapat beberapa gejala yang terjadi, sepertiĀ kemerahan, kering mengelupas, gatal-gatal, munculnya jerawat, sampai dengan eksem. Sebelum ingin mengatasi beberapa tanda kerusakan, kamu harus terlebih dahulu mengetahui penyebab kerusakan skin barrier tersebut.
Ada beberapa penyebab yang membuat skin barrier menjadi rusak, yaitu memakai skincare yang tidak sesuai dengan kebutuhan kulit, melakukan over exfoliating, sering bergadang, kesehatan mental yang tidak stabil, serta pola hidup yang tidak sehat. Setelah mengenali beberapa tanda dan penyebab kerusakan skin barrier tersebut, kamu harus segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Lalu, apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi skin barrier yang rusak? Pertama, gunakan skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Ketika terjadi kerusakan skin barrier disarankan untuk kembali pada skincare dasar, yaitu sabun pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen dengan kandungan yang menenangkan. Hindari pula produk eksfoliasi untuk sementara waktu agar kulit tidak mengalami dehidrasi dan tetap lembab.
Kedua, jalani pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, serta hindari stres yang berlebihan. Ketiga, selalu gunakan sunscreen terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan agar kulit terlindungi dari paparan sinar ultaraviolet matahari.
Keempat, ketika semua cara tersebut sudah dilakukan tetapi kondisi kulit tidak membaik, disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter supaya mendapatkan solusi dan penanganan yang dibutuhkan oleh kulit
Bagi kamu yang skin barrier-nya sedang mengalami kerusakan, jangan sedih dan stres karena hal itu akan membuat kulit kamu susah sembuh. Ambil waktu untuk menerima kondisi kulit tersebut, mengenali sumber masalah dari kerusakan yang terjadi, dan mulailah mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan skin barrier.
(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

