Hits: 47

Shofiyana Fadhiilah

Pijar, Medan. Berbagai macam hidangan berbentuk daging bungkus atau dumpling kini sudah banyak kita temui dari berbagai negara. Beberapa yang paling popular adalah gyoza yang berasal dari Jepang dan mandu dari Korea.

Tahukah kamu bahwa China juga memiliki hidangan yang serupa dan bahkan merupakan pelopor dari munculnya beberapa kudapan dumpling. Kuotie namanya, hidangan ini memiliki nama lain yaitu “jiaozi” yang berasal dari filsafat kuno China yaitu hundun dengan arti kekacauan tradisi, tak punya bentuk tetap, tak berlubang dan seluruh isinya tertutup.

Dari filosofi itu, kini menjadi sebuah panduan dalam menyajikannya. Secara tradisional, hidangan ini biasanya direbus dan disajikan bersama kaldu. Namun, seiring berjalannya waktu, hidangan ini kini dikembangkan menjadi bentuk baru dengan tekstur yang renyah dengan isi lebih berlimpah.

Konon dikatakan, kuotie diciptakan oleh Zhang Zhongjing yang merupakan seorang tabib di era Dinasti Han. Kudapan ini diperkirakan sudah ada sejak 1500 tahun yang lalu di China. Biasanya, masyarakat Tiongkok selalu mengonsumsi hidangan ini ketika malam perayaan tahun baru Imlek.

Di mana sebagian keluarga Tionghoa akan berkumpul untuk merayakan dengan memakannya di tengah malam karena dianggap dapat membawa keberuntungan, baik dalam hal rezeki maupun keluarga. Apalagi karena bentuknya yang menyerupai uang tael.

Meskipun sama-sama hidangan daging bungkus, kuotie dan gyoza memiliki beberapa perbedaan yang menonjol. Dari bentuknya, kuotie memiliki kulit yang lebih tebal dari gyoza. Ketika dimakan, renyahnya kulit kuotie akan lebih dulu menyapa sedangkan gyoza berkulit tipis. Sehingga, ketika dimakan lidah kita akan langsung menyapa isian dari gyoza tersebut.

Bumbu kuotie lebih pekat dan tajam serta mengandung bawang putih, sedangkan gyoza tidak. Saus pelengkap dari masing-masing hidangan ini tentunya juga berbeda, kuotie menggunakan saus sambal dan gyoza menggunakan shoyu atau kecap asin.

Cara pembuatan kuotie ala Tiongkok cukup sederhana, adonan kulit yang berasal dari tepung terigu digiling berulang kali hingga pipih dan lebar. Kemudian, diisi dengan daging babi yang telah dilengkapi dengan beberapa jenis sayur seperti sawi putih dan daun bawang, dan tidak lupa dengan menambahkan bawang putih serta jahe.

Kuotie - www.mediapijar.com
Proses pembuatan Kuotie di wajan baja.
(Sumber Foto: id.foursquare.com)

Setelah itu, letakkan adonan kuotie yang sudah dibungkus kulit didalam wajan baja yang sudah dilapisi minyak dan panggang dengan api besar. Hal ini bertujuan untuk menciptakan aroma khas serta kuotie dapat matang merata. Tak lama setelah api dinyalakan, kuotie akan disiram dengan sedikit air. kuotie akan dimasak 10 menit, hingga setelah itu dapat disajikan.

Adapun kuotie di Indonesia sudah ada beberapa yang dimodifikasi karena penduduk mayoritas muslim banyak yang ingin mencoba hidangan ini. Sebagai contoh terletak pada daging yang digunakan, kini sudah banyak yang menjual dengan isian daging ayam maupun sapi. Bahkan, sawi putih dan daun bawang juga diganti dengan menggunakan kucai agar lebih murah dan ekonomis.

Hidangan ini sudah banyak ditemukan di pasar bahkan dijual secara kaki lima. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mencoba si pelopor daging bungkus ini?

 

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment