Hits: 51
Muhammad Afif Ramadhan
Pijar, Medan. Banyak orang-orang yang sangat mencintai olahraga catur dan tinju. Jika dilihat, permainan catur sendiri sering dimainkan di tempat-tempat tongkrongan oleh anak muda maupun orang dewasa. Olahraga fisik seperti tinju juga cukup diminati. Bahkan, ada orang yang rela mengisi hari-hari liburnya dengan menonton pertandingan tinju lewat layar kaca. Namun, apakah kamu tahu bahwa olahraga catur dan tinju dapat digabungkan? Olahraga yang unik ini bernama chess boxing.
Chess boxing merupakan olahraga yang mengandalkan kekuatan tenaga otak dan fisik sekaligus. Nah, chess boxing juga termasuk ke dalam jenis olahraga yang tergolong sulit, karena memerlukan kecepatan berpikir dalam bermain catur dan kekuatan fisik yang kuat saat pertandingan tinju.
Dilansir dari sports.okezone.com, permainan chess boxing diciptakan oleh salah seorang artis asal Belanda yang bernama Iepe Rubingh pada tahun 1992. Rubingh terinspirasi dari buku komik Prancis yang berjudul Froid Equateur karya kartunis Enki Bilal. Buku komik ini menceritakan chess boxing di London pada tahun 1978 yang dilakukan oleh dua bersaudara Stewart dan James Robinson.
Setelah membaca komik Froid Equateur, Rubingh memiliki pendapatnya sendiri sehingga ia mengubah sedikit aturan main dari olahraga chess boxing.
Bila aturan main yang terdapat dalam komik tersebut dimulai dengan bertinju terlebih dahulu kemudian bermain catur, Rubingh justru membaliknya. Hal tersebut ia lakukan karena menurutnya tidak mungkin setelah melakukan pukul-pukulan seseorang disuruh untuk berpikir lagi.
Meski terbilang aneh, chess boxing ternyata sudah memiliki asosiasi khusus yang bernama World Chess Boxing Association yang menaunginya.
Layaknya seperti olahraga pada umumnya, chess boxing juga memiliki peraturan dalam pertandingan, yaitu terdiri dari sebelas ronde. Sebelas ronde tersebut kemudian dibagi lagi menjadi enam ronde pertandingan catur dan lima ronde pertandingan tinju dengan durasi tiga menit setiap rondenya.
Peraturan catur cepat diterapkan dalam ronde catur. Atlit hanya memiliki total waktu 12 menit untuk menjalankan bidak dan waktu setiap pemain diukur dengan jam catur.
Atlit dinyatakan menang jika melakukan sekakmat atau lawan melewati batas waktu dalam catur atau lawan menyerah. Jika pertandingan seimbang, maka angka yang didapat dalam pertandingan tinju akan menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang.
Namun, dalam melakukan permainan ini, pemain kerap kali mendapatkan gangguan berupa komentar dari para penonton yang hendak mengganggu konsentrasi para pemain ataupun yang hendak menjerumuskan pemain agar mereka gagal dalam pertandingan catur.
Akibat adanya hal tersebut, pihak asosiasi mengeluarkan aturan untuk mewajibkan pemain untuk menggunakan headphone agar konsentrasi pemain tetap terjaga.
Bagaimana menurut kamu? Tertarik untuk memainkan olahraga unik ini?
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

