Hits: 38
Tiara Al Medina
Pijar, Medan. Mengenal Indonesia, sebuah platform edukasi berbasis digital menggelar webinar dengan tajuk “Gerbang LPDP: Perjalanan Meraih Asa, Cita, dan Cinta untuk Indonesia” secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (06/05/2023).
Acara yang dibuka oleh Tania Aprillia selaku pemandu acara ini dimulai sejak pukul 19.00– 21.00 WIB dan membahas informasi seputar Beasiswa LPDP, yakni program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang menjadi program beasiswa paling dinanti-nantikan warga negara Indonesia yang ingin melanjutkan studi Program Magister (S2) ataupun Doktoral (S3) di perguruan tinggi terbaik di berbagai negara.
Dipandu oleh Lidya Natalia selaku moderator, Jannatiah sebagai salah satu awardee Beasiswa LPDP 2022 dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, Program Studi Public Health turut hadir menjadi narasumber untuk membagikan pengalaman dan kunci sukses dirinya mendapatkan Beasiswa LPDP 2022.

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)
Perempuan yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran tersebut mengungkapkan alasan dirinya mengikuti beasiswa LPDP dan memilih public health sebagai konsentrasi pendidikannya.
“It all started with a frustration. Life after medical school. Berawal dari kefrustrasian aku setelah lulus S1 Kedokteran dan menjadi dokter muda yang kerjaannya jagain Instalasi Gawat Darurat (IGD) terus ketemu pasien dengan keluhan yang sama setiap harinya. Setelah itu aku memutuskan untuk mengikuti kegiatan volunteer di Non-Governmental Organization (NGO) yang mana aku mulai mengeksplorasi dan tertarik dengan bidang public health. Pada akhirnya aku merasa memerlukan pendidikan lanjutan untuk mendalami ilmu tersebut,” ungkap Janna.
Lebih lanjut, Janna juga menjelaskan alasan mengapa dirinya tertarik untuk melanjutkan studinya ke luar negeri.
“Meskipun pendidikan di Indonesia sudah tergolong bagus, aku memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri karena menurut aku kesempatan yang diberikan di luar sana itu jauh lebih besar dan aku juga bisa lebih banyak mengeksplor hal-hal baru,” terangnya.
Dalam sesi penyampaian materi Janna menjelaskan hal-hal yang wajib diketahui pendaftar beasiswa seperti jenis-jenis program Beasiswa LPDP yang dapat diikuti, apa saja tahapan pendaftarannya, apa saja persyaratan administrasi yang harus dipersiapkan, perguruan tinggi mana saja yang dapat didaftar, hingga besaran dana hidup bulanan yang diberikan masing-masing perguruan tinggi.
Selain membahas informasi seputar Beasiswa LPDP, Janna tak lupa membagikan tips ataupun kunci sukses dirinya dalam Beasiswa LPDP yang meliputi persiapan berkas, tes substansi, tes skolastik, wawancara akhir, hingga metode belajar yang ia gunakan.
Janna juga menjelaskan faktor-faktor penyebab kegagalan dalam Beasiswa LPDP, yang meliputi persiapan berkas yang kurang teliti, kurangnya latihan dalam menjawab soal-soal tes skolastik, serta belum bisa meyakinkan interviewer mengenai alasan relevan yang menggambarkan keperluan beasiswa, rencana studi, serta rencana kontribusi yang dilakukan kepada negara ke depannya.
Di akhir acara Janna juga memberikan pesan kepada seluruh calon pendaftar Beasiswa LPDP supaya jangan takut dan ragu untuk mengikuti Beasiswa LPDP.
“Pesan aku untuk teman-teman yang mau daftar Beasiswa LPDP itu jangan ragu dan takut. Bermimpilah setinggi mungkin, jangan merasa terintimidasi dan patah semangat sebelum mencoba,” ujar Janna mengakhiri.
(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

