Hits: 59
Muhammad Fikri Haikal Saragih
Pijar, Medan. Hari Jumat lalu, tepatnya pada 7 April 2023 merupakan peringatan Hari Kesehatan Sedunia yang ke-75. Hal tersebut juga menjadi awal terbentuknya Organisasi Kesehatan Dunia atau kerap dikenal World Health Organization (WHO) pada 7 April 1948. Peringatan Hari Kesehatan Sedunia kali ini, WHO mengusung tema “Health for All” yang artinya kesehatan untuk semua.
Tema “Health for All” ini merupakan bentuk penyuaraan oleh WHO terhadap upaya pemerataan kesehatan bagi seluruh masyarakat dunia untuk menjadi kenyataan. Ditambah diperlukannya pekerja kesehatan yang terampil dan pusat layanan kesehatan berkualitas tinggi yang tersebar di berbagai wilayah. Sehingga, masyarakat dapat menjaga kesehatan mereka sendiri dan keluarganya.
Pada tahun 1948, berbagai negara dari seluruh dunia bekerja sama dan bersatu untuk mendirikan WHO dengan tujuan mempromosikan pentingnya menjaga kesehatan, menjaga keamanan dan keutuhan dunia, dan membantu orang-orang yang rentan. Sehingga, semua orang di mana pun berada bisa mencapai tingkat kesehatan dan kesejahteraan tertinggi.
Hal tersebut juga dipertegas dengan kutipan langsung dari laman resmi WHO terkait sejarah berdirinya salah satu organisasi yang menjadi bagian dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). “Sejarah WHO menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika negara-negara bersatu untuk tujuan yang sama,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal WHO.
Dilansir dari laman WHO sendiri, peringatan 75 tahun WHO ini merupakan kesempatan untuk melihat kembali keberhasilan kesehatan masyarakat yang telah meningkatkan hidup selama tujuh dekade terakhir. Hal ini juga merupakan kesempatan untuk memotivasi tindakan untuk mengatasi tantangan kesehatan hari ini dan esok.
Pada peringatan ini, WHO juga menyuarakan terkait pemerataan kesehatan dalam menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Direktur Jenderal WHO meminta pemerintah dan pemimpin dunia untuk mengambil tindakan untuk melindungi dan berinvestasi pada pekerja kesehatan dan perawatan yang berada di garis depan dalam tanggap darurat kesehatan dan krisis iklim dunia.
Selan itu, lewat berlalunya pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran bahwa kesehatan menjadi hal mendasar bagi ekonomi, masyarakat, keamanan, dan stabilitas. Dengan demikian, WHO siap mendukung negara di seluruh dunia saat menegosiasikan kesepakatan pandemi, revisi Peraturan Kesehatan Internasional, inisiatif keuangan, tata kelola, dan operasional lainnya demi mempersiapkan dunia menghadapi pandemi di masa depan.
(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

