Hits: 112

Najla Khairani

Pijar, Medan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2022 mengadakan kegiatan kampanye “Sejenak Tanpa Layar” di Taman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU. Acara ini mengajak mahasiswa untuk berani melepaskan diri sejenak dari gawai, sekaligus menikmati waktu berkualitas tanpa distraksi layar. Kampanye ini dilaksanakan pada Selasa (30/9/2025).

Alya Amanda, selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan terhadap tingginya screen time di kalangan mahasiswa. Ia mengatakan hampir semua mahasiswa merasa sulit lepas dari gawai, meski sadar akan dampak negatifnya.

“Tujuan utama kami sederhana, yaitu mengajak mahasiswa lebih sadar dengan screen time mereka. Kami ingin mereka merasakan langsung manfaat detoks digital walau sebentar, misalnya 30 menit tanpa layar. Dari situ, harapannya bisa terbentuk kebiasaan kecil yang sehat. Bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk kualitas interaksi sosial,” jelasnya.

Terdapat dua rangkaian kegiatan yang menjadi fokus acara, yaitu kegiatan silent reading yang menggaet komunitas Medan Book Party, dan praktik ecoprint di kantung kecil dengan pewarna alami dari berbagai tumbuhan. Warna hijau diperoleh dari pandan, kuning dari kunyit, cokelat dari kopi, dan biru dari bunga telang. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komunitas Seabolga yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Suasana kegiatan melukis ecoprint
Fotografer: Najla Khairani

 

Selama acara berlangsung, peserta diajak mencoba berbagai aktivitas alternatif seperti permainan papan, merangkai manik-manik, hingga menyusun puzzle, agar peserta tidak merasa bosan.

Salah satu peserta, Sheila Zahra Lubis, mahasiswa jurusan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, mengaku senang dengan pengalaman barunya di kegiatan ini.

“Awalnya terasa agak beda, tapi lama-lama malah terasa lebih nyaman. Tanpa HP, kegiatannya jadi lebih nyata dan saya bisa lebih menikmati suasana sama teman-teman,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan panitia, sebagian besar peserta mampu bertahan tanpa layar selama 30 menit, bahkan ada yang lebih dari tiga jam. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sebenarnya bisa melepaskan diri dari gawai, asal tersedia ruang dan kegiatan yang mendukung.

Melalui kampanye yang diikuti oleh 61 orang peserta ini, panitia berharap manfaat “Sejenak Tanpa Layar” tidak berhenti di acara ini saja. Kita semua bisa mulai untuk menyisihkan waktu singkat setiap hari tanpa gawai dengan cara mengobrol dengan keluarga, membaca buku, atau sekadar beristirahat. Jika kebiasaan kecil ini konsisten dilakukan, dampaknya akan besar untuk kesehatan fisik maupun mental.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment