Hits: 804

Naomi Adisty

Pijar, Medan. Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dalam menunjang aspek kehidupan. Memperoleh pendidikan menjadi hak semua orang dan hal tersebut telah diatur dalam Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”.

Namun, pada kenyataannya perolehan hak mendapatkan pendidikan ini tidak sepenuhnya merata. Hal tersebut dapat dilihat melalui laporan terakhir pada tahun 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa angka putus sekolah di Indonesia meningkat dalam berbagai jenjang, dari SD hingga SMA. Bahkan, peningkatan tersebut lebih tinggi dari tahun 2019.

Angka putus sekolah terjadi karena beragam faktor, mulai dari ekonomi, psikologis, dan sebagainya. Meskipun demikian, masih terdapat bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah maupun komunitas yang bergerak mandiri di seluruh Indonesia.

Salah satu dari komunitas tersebut ialah Sikkola Rakyat Indonesia yang berada di Medan, Sumatra Utara.

Sikkola Rakyat Indonesia merupakan sebuah gerakan sosial pendidikan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan. Adapun arti dari nama Sikkola Rakyat sendiri berasal dari bahasa Batak. Sikkola yang berarti sekolah yang jika dipadukan dengan kata rakyat bermakna “Sekolah Rakyat”

Komunitas yang berdiri pada 22 Juni tahun 2022 ini terbentuk atas keresahan melihat masyarakat yang kurang mendapatkan kehidupan yang layak, serta anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan seperti pembelajaran dasar berhitung dan membaca. Mereka tergerak mendirikan komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk kaum marjinal terkhusus di Kota Medan.

Sikkola Rakyat Indonesia, Komunitas Peduli Sosial-Pendidikan Marjinal Kota Medan - www.mediapijar.com
Wajah ceria berbagi makanan pada anak-anak.
(Sumber: Sikkola Rakyat Indonesia)

“Tujuan didirikan Sikkola Rakyat ini untuk menjalankan visi, yakni pemajuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat pinggiran di Kota Medan. Tak hanya itu, kita juga berusaha untuk memperbaiki ekonomi masyarakat marjinal melalui pemberdayaan masyarakat agar terjadi peningkatan kualitas SDM,” jelas Andre Doloksaribu selaku pendiri Sikkola Rakyat Indonesia.

Dalam menunjang tiap kegiatan yang diselenggarakan Sikkola Rakyat, mereka sebagai komunitas mandiri tetap berusaha dari segi materi. Bantuan maupun dana pemasukan berasal dari kolektif kolegial antar relawan tiap bulan dan donator dari luar yang sukarela membantu.

Terlepas dari itu, saat ini Sikkola Rakyat Indonesia tengah membuka rekrutmen untuk calon-calon volunteer atau sukarelawan muda yang berkeinginan berkembang dan bertumbuh untuk membangun kualitas pendidikan terkhususnya masyarakat marjinal di Kota Medan.

Adapun pendaftaran sebagai sukarelawan Sikkola Rakyat Indonesia yang dibuka hingga 14 Maret 2023, memiliki persyaratan sebagai berikut:

    1. Memiliki jiwa sosial dan bertanggung jawab;
    2. Berdomisili di Kota Medan;
    3. Memiliki minat dan ketertarikan dengan pendidikan dan pemberdayaan;
    4. Berkomitmen dan bertanggung jawab selama enam bulan masa volunteer;
    5. Tertarik megembangkan projek berbasis pilar Sikkola Rakyat di masyarakat binaan;
    6. Terbuka untuk umum, mulai dari usia 17-27 tahun;
    7. Mengisi link pendaftaran dan info selengkapnya dapat dicek melalui Instagram @sikkola.rakyat.

“Semoga Sikkola Rakyat ke depannya menjadi perantara tangan Tuhan yang dapat membantu memajukan pendidikan di Indonesia dan semakin banyak yang merasa diberkati lewat kehadiran Sikkola Rakyat,” harap Andre.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment