Hits: 21

Maureen Christy Nauli Simanjuntak

Pijar, Medan. Hari yang dinanti-nanti oleh umat Kristiani pun kembali. Momen di mana Yesus Kristus bangkit di hari yang ketiga dari kematian yang diperingati pada Jumat Agung lalu, kini diperingati sebagai Hari Paskah. Tahun ini, hari Paskah dilaksanakan pada Minggu, (31/03/24).

Paskah sendiri merupakan peristiwa yang penting dan memiliki makna tersendiri bagi umat Krsitiani.

Melalui peringatan Paskah, setiap orang yang percaya pada-Nya disadarkan kembali akan pengorbanan Yesus di atas kayu salib untuk dosa-dosa manusia, semata-mata karena Ia mengasihi umatNya. Kita juga diingatkan kembali akan bagaimana Allah berkuasa atas maut, yang dibuktikan dengan bangkit di hari yang ketiga.

Tema Paskah yang diangkat tiap tahunnya berbeda-beda, demikian juga untuk tahun ini. Dikutip dari laman resmi Persatuan Gereja Indonesia (PGI), tema Paskah tahun ini adalah “Hidup Sebagai Alat Kebenaran-Nya”. Tema ini diambil dari firman Tuhan yang tertulis dalam Roma 6:13.

Sementara itu, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) juga menentukan tema Paskah 2024 Katolik, yaitu “Memperkuat Solidaritas dan Subsdiaritas untuk Mewujudkan Kesehjateraan Bersama”.

Organisasi kerohanian di Universitas Sumatera Utara (USU), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kebaktian Mahasiswa Kristen (KMK)  USU mengatakan bahwa di hari Paskah ini tidak dilaksanakan kegiatan ibadah.

Alasan tidak adanya ibadah Paskah adalah karena pengurus dari KMK USU sendiri merupakan mahasiswa dan biasanya pulang ke kampung halaman di momen Paskah ini.

“Iya, tidak ada kebaktian Paskah karena KMK USU dikerjakan sama mahasiswa gitu, kan. Biasanya juga pulang kampung di momen Paskah,” ungkap Yulyono Siringoringo selaku pengurus UKM KMK USU.

Sama halnya dengan UKM KMK, Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU juga mengatakan tidak ada kegiatan ibadah yang dilaksanakan pada perayaan Paskah ini.

“Memang kami belum ada memprogramkan dari awal. Dan memang juga sebelumnya tidak melaksanakan perayaan Paskah. Jadi, kami lebih ke memperingati bukan merayakan. Dan kami udah membuat kebaktian satu kemarin, udah termasuk dari latar belakangnya.Dan kami juga kemarin ngasi telur, sih. Karena telur itu identik dengan paskah dan secara tidak langsung untuk memperingati hari Paskah,” jelas Lolita selaku anggota KMK PEMA FISIP USU.

Melalui perayaan Paskah ini, setiap umat Kristiani diminta untuk menyadari bahwa kematian dan kebangkitan Yesus telah menyelamatkan tubuh manusia yang penuh dosa sehingga memiliki hidup baru. Hidup yang baru artinya memberikan seluruh tubuh kita untuk menjadi alat kebenarannya Allah.

Jadikan kebangkitan Yesus sebagai kebangkitan pengharapan dalam hidup kita.

 

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment