Hits: 516
Syah Hendra Mahadi
Pijar, Medan. Jika mengingat permainan bola kasti, pastinya hal yang terbesit di pikiran kita adalah permainan saat masa kecil, bukan? Siapa yang tak pernah bermain bola kasti? Saat masa sekolah, permainan bola kasti telah menjadi bagian dari materi pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Namun, banyak orang yang menyamakan permainan bola satu ini dengan bisbol.
Permainan bola kasti pertama kali disebutkan pada tahun 1744 dalam buku A Little Pretty Pocket Book karya John Newbery di Inggris. Kemudian pada tahun 1828, aturan kasti dituliskan pertama kali dalam buku The Boy’s Own Book oleh William Clarke. Di Indonesia sendiri, permainan bola kasti berkembang pada masa kolonial setelah dibawa oleh Inggris dan Belanda.
Permainan bola kasti dimainkan dengan cara melempar, menangkap, dan memukul bola. Permainan ini sangat memerlukan kerjasama, kekompakan, dan ketangkasan dalam tim.
Dua tim yang terdiri dari tim pemukul dan penjaga bermain secara bergantian. Tim pemukul yang akan bermain terlebih dahulu bertugas untuk memukul bola agar tidak ditangkap oleh tim penjaga dan belari ke pos yang ada. Tujuannya adalah untuk kembali ke base (rumah).
Lawannya, tim penjaga, bertugas untuk mengambil bola yang dipukul. Bola yang berhasil ditangkap oleh tim penjaga akan dilemparkan ke tim pemukul sehingga bola dapat ditembakkan ke anggota tim pemukul yang sedang berlari ke pos. Perpindahan pos bertujuan untuk bisa kembali ke base (rumah).
Bila di tengah permainan tim penjaga berhasil mengenai tim pemukul, maka pemain dinyatakan mati. Akibatnya, terjadi pergantian posisi antara tim penjaga dan pemukul. Kedua belas pemain dalam setiap tim akan bermain dengan aturan tersebut selama dua babak.
Permainan bola kasti sebenarnya hampir mirip dengan permainan bola bisbol. Pada permainan bola kasti diperlukan keterampilan sliding yang baik. Sementara pada permainan bola bisbol, bagian terpenting adalah pertarungan antara pelempar melawan pemukul.
Tak hanya itu, perbedaan dari bola bisbol dan bola kasti terdapat pada bahan bola dan ukurannya. Bola bisbol terbuat dari kulit sapi atau kuda, sedangkan bola kasti terbuat dari karet atau kulit yang di dalamnya diisi sabut kelapa atau ijuk. Bola bisbol juga memiliki ukuran yang lebih besar dari bola kasti yang berdiameter 19—21 cm, yaitu 22—23 cm.
Bermain bola kasti bermanfaat untuk kebugaran jasmani dan kesehatan, meningkatkan sportivitas, belajar berkomunikasi dalam bekerja sama tim, dan juga dapat melestarikan budaya olahraga tradisional.
Dari penjelasan mengenai bola kasti tadi, kamu pasti teringat dengan masa kecil saat kamu memainkannya dengan temanmu, kan? Sebagai penerus bangsa, kita harus melestarikan permainan tradisional di Indonesia sehingga tidak pudar eksistensinya. Jadi, kapan terakhir kali kamu bermain bola kasti?
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

