Hits: 57
Anggun Anggryani Tobing
Pijar, Medan. Deli Art Community (DCA) menyelenggarakan diskusi Merawat Kesehatan Mental sebagai bentuk kerja sama antara DCA dan FISIP Universitas Sumatera Utara (USU). Acara dilaksanakan di Aula FISIP USU pada hari Jumat (24/2/2023).
Diskusi ini berangkat dari banyaknya kasus kesehatan mental yang ada di Indonesia. Untuk membahas hal tersebut, acara mendatangkan pemateri ahli dari bidang psikologi.
Hatta Ridho selaku Dekan FISIP USU menyarankan kepada mahasiswa untuk berani memeriksakan kesehatan mental mereka kepada ahli.
“Acara hari ini sangat bagus, menghadirkan narasumber dari psikolog dan ahli hipoterapis. Melalui acara ini mahasiswa harus lebih terbuka, jangan malu-malu untuk mendiagnosis dirinya. Berdialoglah dengan ahli atau terlebih dahulu dengan orang tua sebelum kepada psikolog,” ucap Hatta.
Rahmadani menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan isu penting bagi remaja dan juga berlaku bagi semua manusia tanpa jenjang usia tertentu.

(Fotografer: Fanny Novitadewi)
“Masa remaja merupakan masa transisi, peralihan dari anak-anak ke remaja. Jadi wajar saja pada masa itu para remaja menghadapi situasi di mana remaja mendapatkan banyak tekanan dari luar, krisis identitas, dan mencari jati diri,” jelas Rahmadani.
Manusia yang sehat mentalnya adalah manusia yang selalu merasakan bahagia, tenang, dan damai dalam hidupnya. Menunjukan harmonisasi dan kestabilan jiwa, emosi, pikiran, dan perilaku dalam berbagai situasi.
Sebaliknya, manusia yang sakit secara mental adalah manusia yang tidak merasa bahagia dalam hidupnya. Mereka memiliki jiwa, emosi, pikiran, dan perilaku yang tidak stabil dalam berbagai situasi, sulit menerima diri dan keadaan, mudah stress, serta rentan mengalami gangguan jiwa.
Ucapan positif yang ditujukan untuk diri sendiri merupakan bentuk ungkapan cinta dan apresiasi. Hal tersebut juga memberikan dampak baik bagi tubuh serta mendatangkan cinta dan kebahagiaan.
Rahmadani menambahkan bahwa kehidupan selalu berubah dan tidak ada yang permanen di dunia. Jangan terlalu memaksakan diri karena seburuk apapun situasinya karena akan ada perubahan.
“Hidup itu seperti naik sepeda untuk menjaga keseimbangan, anda harus terus bergerak. Hidup adalah tentang keseimbangan. Bersikaplah baik, tetapi jangan biarkan orang melecehkan anda. Percaya, tapi jangan tertipu. Berpuaslah, tetapi jangan pernah berhenti memperbaiki diri,” tambahnya.
Alfiya Khairani, mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan, mengatakan bahwa isu kesehatan mental adalah hal yang penting sehingga diperlukan upaya lebih untuk menyuarakannya kepada mahasiswa.
“Untuk ke depannya diharapkan lagi, acara-acara untuk kesehatan mental ini lebih baiknya disosialisasikan secara lebih luas lagi ke banyak mahasiswa. Karena ini merupakan isu terpenting bagi setiap orang,” ucap Alfiya.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

