Hits: 97

Grifin Angelina Tobing

“Aku lebih malam, meski kelam. Aku lebih memilih luka, meski sakit. Dan aku telah memilik kamu, meski rindu”

Pijar, Medan. Kisah percintaan antara Wulandari dan Roman dalam serial Roman Picisan memang sudah sering membuat penontonnya terbawa perasaan yang campur aduk. Juga dikenal dengan film Rompis, kisah dua sejoli ini dibuahi dengan puisi-puisi karangan Roman yang selalu berhasil menyihir Wulandari. Akan tetapi, ketika Roman memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Belanda, perjalanan kisah cinta mereka pun ikut mulai berkelana jauh.

Dalam film berdurasi satu jam 39 menit ini dimulai dengan indahnya suasana Kota Groningen, Belanda. Diisi dengan Roman dan sahabatnya, Sam yangtengah menempuh pendidikannya di kota pelajar itu. Ternyata, Roman masih memiliki hubungan dekat dengan Wulandari yang masih tinggal di Indonesia. Mereka tetap berhubungan melalui jaringan layaknya orang dalam hubungan. Walaupun sebenarnya Roman tidak pernah mengungkapkan rasa cintanya secara langsung kepada Wulan.

Dalam film Rompis ini kedatangan karakter baru, yaitu gadis berambut pirang yang menjadi antagonis dalam romansa Roman dan Wulan. Gadis tersebut bernama Meira. Ia seorang pelajar yang sedang menempuh S2 di Groningen.

Pertemuan tanpa disengaja dengan Roman membuat Meira tertarik melihat Roman yang lihai dalam bermain kata melalui puisi-puisi indahnya. Meira yang digambarkan misterius dan bertindak semaunya membuat film ini semakin menarik. Dari sikap Meira ini membuat penonton semakin bertanya-tanya tentang tujuan sebenarnya dari Meira datang ke dalam perjalanan Roman di Belanda.

Roman dan Wulan sedang berjalan di Kota Groningen, Belanda.
(Sumber Foto: Jurnaland.com)

Adanya alur pertemanan antara Roman dan Meira menjadi semakin menarik dengan ditambah kedatangan Wulan yang mendadak ke Belanda. Wulan yang ‘digantung’ oleh Roman semakin bertanya-tanya dengan kejelasan hubungan mereka sejak SMA. Semua puisi-puisi cinta Roman seakan tidak ada artinya lagi sejak kedatangan Meira di hidup Roman. Setidaknya, itulah yang terlintas dipikiran Wulan.

Berbeda dengan Roman yang menganggap semuanya baik-baik saja. Ia menganggap hubungannya dengan Meira tidak lebih dari sebatas teman. Selain itu, film ini juga menyuguhkan Sam yang senantiasa menjadi pengantar pesan antara Roman dan Wulan. Sam yang memiliki urusan pribadi masih menyempatkan waktu untuk membantu menyelesaikan masalah cinta sahabat baiknya, Roman.

Dalam film Rompis ini, penonton juga akan ikut dibawa menikmati indahnya kota Groningen dan Amsterdam yang memang dikenal menjadi kota pelajar dan kota cinta. Disubuhkan dengan syair-syair puisi dari Roman menambah kesan romansa dalam film ini. Perpaduan karakter yang natural antara Roman (Arbani Yasiz) dan Wulandari (Adinda Azani) membuat film ini berjalan layaknya kisah cinta remaja yang nyata. Inilah kisah cinta Roman picisan, kisah cinta remaja dalam kasmaran.

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment