Hits: 4

Reny Elyna

Panggil ia Echi. Kulitnya coklat dan manis persis sikapnya pada semua orang. Postur tubuhnya yang tinggi membuatku harus mendongak untuk melihat paras tampannya. Periang mungkin cocok disebutkan untuk lelaki sepertinya. Dikelilingi orang hebat dan baik adalah salah satu hal yang membuatnya menjadi seorang lelaki tangguh.

Pertemuanku di Bandara kala itu sangat tidak disengaja. Siang itu aku tiba di bandara dengan sangat terburu-terburu. Jam sudah menujukkan pukul 11.00 sedangkan keberangkatanku terjadwal pada 11.10. Aku berlari menuju tempat pemeriksaan tiket agar tidak tertinggal keberangkatan.

Brakkkk…. Tiba-tiba aku menabrak seorang polisi tampan tepat didepanku. Kopiku pun tumpah ke bajunya saat itu, spontan aku pun segera meminta maaf kepadanya. Echi, polisi tampan itu sedang menjaga pengamanan kala itu, ia sedang menjadi ajudan salah satu petinggi siang itu.

“Maaa maaf pak, saya sedang terburu-buru untuk menjadi MC di salah satu event kenegaraan di Kalimantan. Apa saya harus menukar baju bapak karena terkena kopi saya?” jelasku padanya.

“Kamu kalau jalan itu pakai dong matanya. Gimana, sih? Sekarang baju saya jadi kotor. Sementara saya harus menemai atasan saya sebentar lagi. Saya jadi terlihat lusuh sekarang, dan itu sangat menyebalkan!” ucapnya kepadaku.

Sambil tertunduk kebingungan, perasaanku sangat kacau pada saat itu. Hampir tertinggal jadwal keberangkatan dan juga mengalami sebuah masalah pada saat itu membuat jantung saya berdegup kencang.

“Maaf sekali, pak. Saya sungguh tak bermaksud untuk membuat bapak terkendala pekerjaanya, apalagi membuat bapak sampai lusuh seperti ini. Sekarang apa yang bisa saya perbuat untuk menebus salah saya pak? Tanya ku Kembali kepadanya memasang wajah memelas

Polisi tampan itu pun menghela nafasnya sejenak sambil berkata, “ya, sudah lain kali jangan begitu, ya.”

Betapaku sangat tenang kala itu. Mengetahuinya sudah memaafkan saya dan tak membuat masalah ini semakin panjang membuatku bisa bernafas lega.

Setelah semua selesai, aku segera melanjutkan proses demi proses itu agar segera melanjutkan keberangkatan.

Prakkkkk…. Bunyi suara koperku saat kunaikan. “Berat sekali Tuhan,” ucapku di dalam hati. Tiba-tiba aku mendengar suara hentakan kaki dari belakang saya. Betapa terkejutnya aku saat menoleh kebelakang, ternyata itu Polisi yang aku tabrak tadi. Yap, hati saya makin tak karuan melihat postur tubuh tingginya, wangi manis, serta paras tampannya membuat saya lupa betapa berat koper itu.

Campur aduk antara senang dan gugup perasaanku kala itu. Echi, Polisi tampan itu satu pesawat denganku. Saya kembali duduk sambil mendengarkan lagu berjudul Old Love, lagu yang sedang viral kala itu. Sesekali mengingat materi saya, karena sesampainya di Kalimantan aku akan menjadi seorang Master Of Ceremony.

Pramugari memberi tanda bawah kami sampai ke tempat tujuan. Senang sekali rasanya sampai di salah satu kota indah ini, sejuk sekali udaranya, pepohonan yang banyak membuat sangat asri. Saat tiba di bandara, aku langsung dijemput untuk menuju acara kenegaraan itu.

“Ibu Reree! Sebelah kiri,” ucap supir penjemput kepadaku.

Aku segera bergegas menuju mobil dengan membawa koperku sambil sesekali mengingat kejadian itu.

Lagi dan lagi. Echi tampak di depanku. Aku pun lantas berkata kepada Tuhan tentang rencana apa yang sudah ia siapkan untukku. Aku langsung mencocokkan diriku kalau nantinya aku menjadi seorang ibu bayangkhari. “Hahahahahaha,” tawaku di dalam hati membayangkan hal tersebut.

Benar saja. Tiba- tiba ia pun menyapaku sambil sedikit meledekku.

“Kamu mulu sih yang keliatan. Bosen aku,” ujarnya sambil sedikit meledekku.

Kami pun lantas duduk dan bercerita mengenai satu sama lain. Kemudian, ia meminta kontakku. Dengan sedikit malu-malu, kami pun akhirnya saling bertukar kontak untuk melanjutkan pembicaraan kami.

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, pertanda bahwa aku segera melangsungkan tugas sebagai MC. Aku meninggalkan polisi tampan itu sambil tersenyum.

Acara pun selesai dan aku kembali ke kampung halamanku. Indah rasanya pengalamanku di hari-hari itu. Apalagi pengalaman bertemu Echi, si polisi tampan.

Sekarang polisi itu menjadi kekasihku. Perjalanan kami indah walau tak pernah terduga.

Leave a comment