Hits: 27

Kemala Rahma/Rizha Ananda

Pijar, Medan. Hari Bhakti Transmigrasi adalah hari peringatan yang digagas oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta setiap tanggal 12 Desember. Hari Bhakti Transmigrasi tahun ini memasuki peringatan yang ke-72 dengan menganut tema “Transmigrasi Mendukung Pencapaian SDGs Desa untuk Indonesia Maju.”

Transmigrasi sendiri adalah program yang diciptakan oleh pemerintah dalam upaya pemerataan dan pengembangan industrialisasi daerah-daerah di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan memindahkan sebagian masyarakat yang berada di wilayah padat penduduk ke daerah lain dengan penduduk yang jarang. Melalui program ini, pemerintah Indonesia mengharapkan terjadinya peningkatan taraf hidup masyarakat dan menurunkan kesenjangan sosial di Indonesia.

Secara historis, proses transmigrasi di Indonesia telah terjadi sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Hal ini bermula di masa kekuasaan Belanda pada tahun 1905 yang mengalami peningkatan jumlah penduduk di pulau Jawa. Untuk mengurangi kepadatan penduduk dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di daerah lain, pemerintah Belanda pun memindahkan 155 kepala keluarga dari Bagelan, Karesidenan Kedu ke Gedongtataan, Lampung dan daerah-daerah diluar pulau Jawa lainnya. Saat itu, transmigrasi lebih dikenal dengan nama kolonialisasi.

Berbeda halnya dengan saat zaman penjajahan Belanda, proses transmigrasi dilakukan oleh Jepang dengan tujuan merekrut pasukan militer baru, membangun benteng pertahanan, pelabuhan, hingga rel kereta api dalam rangka persiapan perang.

Setelah merdeka, pemerintah Indonesia melanjutkan program transmigrasi pada tahun 1950 dengan memberangkatkan 25 kepala keluarga dengan total 98 jiwa.

Kata transmigrasi sendiri pertama kali dikemukakan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1927 dalam Harian Soeloeh Indonesia. Bung Hatta juga menyebutkan pentingnya transmigrasi untuk mendukung pembangunan industrialisasi pada Konferensi Ekonomi di Kaliurang Yogyakarta.

Transmigrasi tentunya memiliki peran yang sangat penting bagi pembangunan nasional. Para transmigran pun menjadi pahlawan yang juga memegang peran penting sebagai objek penyelenggaraan transmigrasi yang telah berkontibusi dalam pengembangan daerah. Dengan sejarah yang ada dan untuk mengenang jasa dari para transmigran, maka Hari Bhakti Transmigrasi pun ditetapkan sebagai hari nasional.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment