Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara menyediakan angkutan umum berupa bus bagi mahasiswanya sebanyak 3 buah armada yang dikenal dengan sebutan LINUS (Lintas USU). Bus ini selalu beroperasi setiap hari tetapi dalam waktu yang berbeda-beda. Pada hari Senin sampai Jumat bus ini mulai beroperasi mulai dari pukul 08.00-17.00, tetapi pada hari Sabtu akan beroperasi dari pukul 08.00-13.00. Bus yang berwarna putih ini memiliki dua pintu dibagian depan dan dibagian belakang dengan pemisahan antara penumpang lelaki dan penumpang wanita. Bus ini dikemudikan oleh seorang supir dan memiliki satu kernet yang berjaga di pintu bagian belakang.

Sebelum menaiki bus ini, mahasiswa harus terlebih dahulu menunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiwa) kepada petugas bus. Setelah itu, mereka baru diizinkan untuk masuk kedalam bus. Bagi wanita boleh masuk melewati pintu bagian belakang dan bagi pria boleh masuk melewati pintu bagian depan. Apabila kursi telah penuh terisi maka bagi mahasiswa yang tidak mendapat kursi untuk duduk maka mereka dapat berdiri disepanjang lorong yang ada di Bus.

Perjalanan bus ini dimulai dari pintu 1 sampai ke pintu 4 kampus USU dan akan berjalan secara terus menerus mengelilingi area USU. Bus ini akan berhenti di setiap halte yang bertuliskan zona bus USU.

Foto : Edi Maha

Menurut beberapa mahasiswa, bus USU merupakan sarana yang sangat membantu untuk sampai ke fakultas mereka masing-masing, khususnya bagi mahasiwa yang tidak memiliki kendaraan pribadi. “Saya sudah lama menggunakan bus ini sebagi sarana untuk sampai ke kampus, sejak pertama kali bus ini beroperasi dan bus ini sangat membantu,” ucap Hartati yang merupakan salah satu mahasiwa USU jurusan Antropologi.  Sama halnya dengan Irvin Muhammad Ramadhan, mahasiwa USU jurusan Sosiologi yang mengatakan bahwa keberadaan bus USU mempermudah mahasiwa untuk sampai kekampus walaupun ia baru beberapa hari yang lalu menggunakan fasilitas kampus ini.

Walaupun keberadaan bus USU sangat membantu mahasiswa tetapi ada beberapa hal yang mengganjal dihati para pengguna bus ini. Banyak diantara mahasiswa yang mengeluh karena sering berdesakan dalam memasuki bus dan sering diantara mereka tidak mendapat tempat duduk. Ditambah lagi dengan pegawai bus yang kurang ramah dalam melayani mahasiswa saat menaiki bus USU. “Pegawai bus ini kurang ramah baik supir maupun kernetnya. Terkadang supir ugal-ugalan dalam mengendarai bus. Saya sering tidak mendapat tempat duduk dan apabila masuk kedalam bus selalu rebutan dengan mahasiwa yang lainnya,” keluh Harttai.

Beberapa diantara mereka mengatakan sebaiknya jumlah armada bus USU ini ditambah agar mahasiswa tidak terlalu lama menunggu bus, tidak berdesak-desakan dan mahasiswa mendapat layanan yang memuaskan saat menggunakan jasa angkutan umum ini. (EM/Reza Andika/Arta Elisabeth)

Leave a comment