Hits: 22
Fadhilah Safa Salsabila Desky
Pijar, Medan. Kesempatan kembali terbuka bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) untuk berpartisipasi dalam ajang internasional melalui seleksi peserta bidang seminar 25th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival tingkat USU tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang. Pendaftaran telah dibuka sejak 13 April dan akan berlangsung hingga 13 Mei 2026.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram @ditmawalumni.usu pada 15 April lalu. Mahasiswa yang berminat diminta menyiapkan deskripsi gagasan berbahasa Inggris maksimal satu halaman A4 sesuai tema yang telah ditentukan, serta Curriculum Vitae (CV) singkat yang memuat pengalaman presentasi berbahasa Inggris.

(Sumber Foto: Instagram @ditmawalumni.usu)
Setelah tahap pengumpulan berkas berakhir, peserta yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan pada 15 Mei 2026. Tahap berikutnya berupa wawancara yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026, sebelum nama delegasi terpilih diumumkan pada 21 Mei 2026.
IMT-GT Varsity Carnival sendiri merupakan program kolaborasi antarperguruan tinggi negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang mempertemukan para mahasiswa dari tiga negara tersebut. Melalui kompetisi olahraga, pertunjukan budaya, dan seminar kepemimpinan, diharapkan mahasiswa dapat mempererat kerja sama serta pertukaran pengalaman lintas negara.
Tahun ini, tema yang diangkat, yaitu “Educational Transformation in VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) World”. Tema ini menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah situasi global yang terus berubah dan penuh ketidakpastian. Sejumlah isu seperti kesehatan mental, transformasi digital, dan inovasi berkelanjutan menjadi beberapa fokus pembahasan yang dinilai relevan dengan kondisi global saat ini.
Melansir dari kompas.com, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia periode 2019–2024, Nadiem Makarim, menekankan pentingnya transformasi pendidikan dalam menghadapi perubahan global.
“Dalam lima tahun terakhir, Indonesia telah melakukan transformasi besar dalam sistem pendidikan guna mendorong potensi para penggerak; guru, kepala sekolah, dan kepala dinas pendidikan,” ungkap Nadiem.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan menjadi isu yang semakin relevan di tengah tantangan global, sejalan dengan fokus pembahasan yang diangkat dalam seminar IMT-GT tahun ini.
Salah satu delegasi IMT-GT Varsity Carnival 2025, Atikah Shabrina Siregar, menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan membawa nama universitas ke tingkat internasional, tetapi juga ruang pengembangan kapasitas diri mahasiswa.
“Manfaat yang diterima tidak hanya dari eksternal, seperti membawa nama universitas ke kancah internasional dan memperluas relasi, tetapi juga manfaat internal seperti dilatihnya jiwa kepemimpinan, kemampuan berbicara di ruang seminar, dan capacity building,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa USU agar percaya pada kemampuan diri dan berani menghadirkan ide kreatif dari persoalan di sekitar mereka.
“Karena perubahan besar bisa datang dari masalah kecil yang berhasil diselesaikan,” tutupnya.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

