Hits: 33

Afriyanti S. A. Br Manjorang / Zain Fathurrahman

Pijar, Medan. Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang kerap kita lakukan untuk menjaga stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Semenjak munculnya pandemi, terdapat peningkatan minat olahraga di kalangan masyarakat. Namun, tahukah kamu bahwasanya ada satu hal sederhana yang seringkali kita abaikan sebelum memulai olahraga? Tepat sekali! Hal tersebut ialah pemanasan.

Pemanasan atau warm up dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk mempersiapkan tubuh dengan meregangkan otot-otot maupun rangka dengan tujuan meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan ketika berolahraga. Hal ini tentunya dapat menghindari resiko cedera saat berolahraga.

Mungkin masih banyak di antara kita yang masih menganggap kalau pemanasan bukanlah hal yang begitu penting dan lebih memilih untuk tidak melaksanakannya sebelum memulai latihan atau berolahraga. Walau terbilang sederhana, pemanasan memiliki pengaruh yang besar bagi tubuh kita apabila dilakukan dengan benar.

Dikutip dari laman Halodoc, pemanasan yang dilakukan secara bertahap sebelum olahraga dapat meningkatkan sistem kardiovaskuler dengan menaikkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot. Ketika aliran darah menjadi lancar, oksigen dapat tersebar dengan baik ke seluruh tubuh dan metabolisme pada tubuh pun ikut meningkat.

Mian Sirait, atlet paralimpik sekaligus Pembina National Paralympic Committee (NPC) Sumut, mengatakan bahwa pemanasan sebelum memulai olahraga itu sangat penting dan memang wajib untuk dilakukan. Ia memaparkan bahwa ada empat dampak yang dapat kita rasakan setelah melakukan pemanasan sebelum berolahraga, yaitu dapat melakukan program olahraga dengan lebih maksimal, meminimalisir risiko cedera, tidak mudah lelah, dan dapat mencapai limit yang kita targetkan sebelumnya.

Mian juga berbagi pengalaman dari dampak yang ia rasakan jika tidak memulai olahraga atau latihan tanpa pemanasan terlebih dahulu, yaitu tubuh akan lebih mudah merasa lelah dan rentan cedera, terjadi penumpukan asam laktat, cedera hamstring, hingga tidak maksimal dalam menjalankan program latihan.

Asam laktat sendiri merupakan zat sisa metabolisme yang dapat menumpuk diakibatkan oleh olahraga yang berlebihan dan biasanya sejalan dengan kondisi otot yang menegang. Dikutip dari laman alodokter.com, saat tubuh sedang kelebihan asam laktat akibat olahraga, kita akan merasakan beberapa gejala seperti kram atau nyeri otot, sakit kepala, lemas, banyak berkeringat, hingga jantung yang berdetak dengan cepat.

Menyadari akan pentingnya pemanasan ini, maka sangat disarankan bagi kita untuk melaksanakannya setidaknya 15 menit saja sebelum memulai kegiatan olahraga. Kamu dapat memeragakan beberapa gerakan sederhana, seperti:

  1. memutar kepala searah jarum jam dengan hitungan delapan detik dilanjutkan dengan gerakan melawan arah jarum jam dengan waktu yang sama;
  2. menyatukan kedua tangan kemudian tarik dan luruskan ke arah atas, dilakukan dengan hitungan delapan detik;
  3. memutar pinggang ke kiri dan ke kanan dengan meletakkan kedua tangan di pinggang, hitungan delapan detik;
  4. mengangkat salah satu kaki dengan menekukkan lutut dan menahannya menggunakan salah satu tangan;
  5. memutar bahu ke arah dalam dan ke luar sebanyak delapan putaran; dan
  6. berlari di tempat.

Selain gerakan sederhana di atas, kita juga dapat mencoba mengikuti rutinitas pemanasan dari Mian Sirait dengan melakukan jogging selama 15 menit, senam statis dan dinamis, dan yang terakhir a, b, c running, dilanjutkan dengan program latihan inti sesuai dengan spesialisasi.

Setelah memulai olahraga dengan pemanasan, ada baiknya kita juga mengakhirinya dengan melakukan pendinginan. Pendinginan sendiri dapat berguna untuk memulihkan kembali tekanan darah dan detak jantung kita. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein untuk membantu mempercepat proses pemulihan otot dan simpanan glikogen sebagai sumber energi baru untuk melaksanakan aktivitas lainnya.

(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

Leave a comment