Hits: 30

Rani Sakraloi 

Pijar, Medan. Sejak 2 Oktober 2009, batik Indonesia dengan keragaman motifnya telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO. Peringatan Hari Batik Nasional yang sudah berjalan selama 13 tahun ini menjadi bukti akan eksistensi batik sebagai identitas budaya bangsa yang tak lekang oleh waktu. 

Kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu amba dan titik yang artinya menulis titik. Dalam hal ini, batik biasanya ‘tertulis’ di kain menggunakan canting dan bertujuan sebagai penghias kain. Dengan itu, batik dapat dimaknai sebagai salah satu seni tradisional yang turun-temurun dimiliki oleh Indonesia dan dimaksudkan untuk dikenakan sebagai busana. 

Setiap daerah di Indonesia memiliki corak batiknya sendiri. Inilah yang menjadi keunikan dan kekhasan batik. Selain itu, tidak hanya menarik dari segi keragaman warna dan corak, tetapi juga dari makna maupun filosofi yang ada. 

Mengikuti perkembangan zaman, batik yang dianggap kuno dan tradisional terus bereformasi menjadi semakin mewah, modis, dan kekinian. Mulai dari kalangan orang tua hingga anak muda sekalipun tetap menggandrungi busana batik. Selain itu, paduan teknologi dan kerajinan tradisional menambah nilai produksi dan minat dari batik itu sendiri.  

modifikasi kain batik - mediapijar.com
Model mengenakan koleksi batik Balijava di New York Fashion Week 2016
(Sumber: jadiberita.com)

Tidak hanya dikenakan di acara formal, batik juga mulai banyak digunakan sebagai seragam di beberapa sekolah di Tanah Air. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian batik antargenerasi sehingga batik tak akan pernah mati. 

Batik Indonesia semakin dikenal secara global salah satunya ialah karena paduan batik dan ragam busana modern yang membuatnya menjadi pilihan terbaik berbagai kalangan. Perkembangan tren busana ini tentunya memengaruhi inovasi batik. Adapun menanamkan sikap mencintai produk dalam negeri akan membantu mempertahankan batik di masa modern. 

Dengan diadakannya ajang peragaan busana, baik lokal maupun internasional, membuka kesempatan pengenalan identitas dan produk lokal di mata dunia. Berbagai produk yang dimodifikasi, seperti busana wanita atau pria, tas tangan, aksesoris, dan lain-lain merupakan beberapa bentuk karya inovasi batik yang dibuat oleh anak-anak bangsa. 

Selain itu, keberadaan batik Indonesia juga tidak bisa dianggap sepele. Merajalelanya usaha produksi batik hingga kini sangat membantu pertumbuhan perekonomian nasional. Oleh karena itu, kebanggaan pemuda dan pemudi Indonesia untuk mengenakan batik merupakan andil yang besar terhadap industri serta budaya lokal. 

Tantangan di era globalisasi tak menyurutkan kreativitas anak bangsa. Karyanya sangat memengaruhi tingkat popularitas dan penggunaan batik di Tanah Air maupun luar negeri. Berbagai hasil karya batik diharapkan dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri karena dengan adanya status warisan budaya dunia yang disandang Batik Indonesia semakin mengangkat citra dan martabat bangsa Indonesia. 

Keindahan batik Indonesia terimplementasi dalam jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan beragam. Inilah yang harus dikenalkan dan dipertahankan yakni bahwa Indonesia adalah bangsa yang cinta budaya dan keberagamannya. Jadikan Hari Batik Nasional sebagai sarana untuk terus berkembang dan berkreasi.   

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty) 

Leave a comment