Hits: 22
Lainatus Syifa Hasibuan
Pijar, Medan. Tim Hei Medan yang diprakarsai oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) Angkatan 2021 bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dalam mengadakan kampanye “Hei Medan Bus Tour” pada Minggu (13/10/2024).
Ketua Pelaksana Sahira Safa Salsabila menjelaskan bahwa diadakannya “Hei Medan Bus Tour” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai bangunan-bangunan yang bersejarah di Kota Medan.
“Setelah survei, kami melihat masih sedikit orang-orang yang tau tentang bangunan-bangunan dan sejarahnya di Medan. Jadi kami rasa butuh untuk raise awareness masyarakat Kota Medan,” ujarnya.
Sahira juga menjelaskan sasaran utama dari kampanye ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU. Ia menyatakan bahwa alasan pilihan sasaran ini karena melihat kebiasaan mahasiswa FISIP yang lebih sering nongkrong, dan bercengkrama di kafe.
“Sasaran utama kami anak FISIP, karena kami juga melihat anak FISIP cenderung sukanya nongkrong, dan have fun. Jadi kami berpikir, sasar deh anak FISIP. Terutama yang belum tahu, buat anak rantau juga, supaya pada tahu nih tentang sejarah-sejarah bangunan di Medan,” jelasnya.

(Fotografer: Lainatus Syifa Hasibuan)
Bus Tour ini dilaksanakan dalam beberapa sesi, sesi pertama berjalan pada pukul 11.00-11.45 WIB, sesi kedua pukul 14.00-14.45, dan sesi terakhir pada pukul 16.00-16.45 WIB. Peserta akan diajak berkeliling dan menelusuri 19 bangunan bersejarah di Kota Medan. Lokasi tersebut meliputi Gedung Balai Kota Medan, Pos Bloc, TVRI Sumatera Utara, Tugu Sinar Indonesia Baru, Taman Beringin, Istana Maimun, dan berakhir pada PP London Sumatera Indonesia.
Di dalam bus, peserta akan dipandu dengan penjelasan singkat oleh panitia. Panitia juga menyediakan kuis pengetahuan terkait sejarah bangunan di Kota Medan dalam rangka meningkatkan partisipasi peserta.
Selama perjalanan, peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, arsitektur, dan fungsi dari setiap bangunan yang dikunjungi. Penjelasan tersebut meliputi kapan bangunan tersebut dibangun, arsitek yang merangkai, dan fungsi bangunan serta perubahannya seiring perjalanan waktu.
Salah satu peserta kampannye “Hei Medan Bus Tour” Chairul Tawila, selaku pemilik lisensi tour guide level ASEAN yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan ketertarikannya mengikuti kampanye.
“Tertariknya karena kegiatan ini sangat bermanfaat, karena anak-anak Ilmu Komunikasi dapat mengkomunikasikan kebudayaan dan atau sejarah tempat-tempat yang ada di Medan. Hal tersebut benar-benar membuka wawasan baru,” ucapnya.
Chairul juga menambahkan bahwa ia mendapatkan wawasan baru tentang tempat-tempat di Kota Medan yang sebelumnya hanya sekadar diketahui lokasinya saja. Ia berharap kegiatan ini diadakan kembali nantinya dengan durasi yang lebih panjang.
“Lebih tercerahkan sih, kita kan sering jalan-jalan di Kota Medan, tahu tempat tapi gak tahu gimana sejarahnya. Dengan adanya kegiatan ini, saya jadi lebih mengenal dan tau tentang info sejarahnya. Saya juga berharap kalau campaign ini dilakukan kembali, durasi tur-nya lebih panjang karena ini sangat bermanfaat,” tutupnya.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

