Rahmat Harun Harahap

Pijar, Medan. Kampus USU turut berpartisipasi menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kerjasama yang terjalin dengan beberapa Perusahaan Pemerintah, salah satunya yaitu PT Pos Indonesia. Setidaknya terdapat 59 Mahasiswa USU dari lintas jurusan dan fakultas yang lulus seleksi dan akan mengikuti rangkaian kegiatan program magang bersertifikat di PT Pos Indonesia selama satu semester.

Ini merupakan kali pertama PT Pos Indonesia menjadi mitra pada program MBKM yang dicanangkan oleh Kemendikbud. Selaras dengan pernyataan Executive Vice President PT Pos Indonesia wilayah I Sumatera Utara, Dino Ariyadi, dalam acara launching MBKM USU pada Kamis (9/9/2021) melalui siaran langsung dari kanal YouTube USU Official.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kementerian dan juga pihak USU yang telah memberikan kesempatan kepada PT Pos Indonesia. Kami sangat bahagia dan bangga untuk pertama kalinya diminta menjadi mitra pada program MBKM ini,” ujarnya.

Peserta magang sedang melayani customer di loket kantor pos LE Regional 1 Medan. (Fotografer: Rahmat Harun Harahap)

Pada program ini, mahasiswa dilatih untuk menjadi seorang entrepreneur dengan dibekali keterampilan berupa leadership, komunikasi, negosiasi, serta keterampilan dalam menyusun perencanaan. Sebagai awal kegiatan, peserta magang wajib untuk mengikuti proses pembekalan yang dilakukan di Kantor Pos Pusat Medan dan selanjutnya melakukan observasi selama dua minggu di wilayah kerja KCP Medan. Setelah itu mahasiswa akan ditempatkan secara permanen sesuai dengan domisili agar lebih memudahkan peserta magang sendiri.

Selain di wilayah Medan, sejauh ini terdapat 6 KCP di luar medan yang menjadi lokasi penempatan permanen mahasiswa. Di antaranya KCP Porsea, KCP Sidikalang, KCP Seribu Dolok, KCP Sarimatondang, KCP Huta Bayu, KCP Selesai, dan KCP Hiliweto di Pulau Nias.

Mahasiswa USU yang menjadi peserta magang bersertifikat tampak sangat antusias dalam mengikuti keberlangsungan program magang ini. Seperti yang diungkapkan Aura Salsabillah Nisa dari jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian. “Pastinya sangat senang ya menjadi salah satu dari 59 orang yang diterima magang bersertifikat di PT POS Indonesia, bisa terjun langsung dan merasakan sendiri bagaimana dunia kerja itu terus kita juga nantinya akan mendapat tunjangan intensif dari hasil pencapaian dan kinerja yang dilakukan,” tutur Aura.

Di sisi lain terdapat sedikit hambatan dalam keberlangsungan magang ini, di antaranya bagi beberapa program studi belum menetapkan kesesuaian untuk dilakukan konversi 20 SKS yang menyebabkan sejumlah mahasiswa tetap melakukan perkuliahan secara daring sambil menunggu penetapan dari kampus dan pihak PT POS Indonesia. Hal ini dialami oleh salah satu peserta magang bernama Miftha Fathiyyah Zahra dari program studi Sastra Indonesia.

“Sejauh ini yang menjadi kendala karena ini termasuk program baru ya dan dari mata kuliah di program studi kami tidak memiliki korelasi dengan kegiatan di sini, jadi untuk proses konversi SKS itu membutuhkan waktu yang lama dan kami harus membagi waktu antara kuliah dan magang. Tapi ini tidak menghalangi semangat kami sebagai peserta magang bersertifikat di PT POS Indonesia,” ucap Miftha.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment