Hits: 121
Nurul Sukma Asghar
Pijar, Medan. Sempat diwacanakan, rencana kuliah tatap muka Universitas Sumatera Utara (USU) kini harus kembali ditunda akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Medan sejak Juli 2021. Program vaksinasi dosen dan tenaga pendidik telah digelar sebelumnya pada Senin, 29 Maret 2021. Disusul dengan program vaksinasi massal mahasiswa yang digandeng oleh PEMA USU bersama Kementerian BUMN di eks Bandara Polonia pada 12-15 Juli 2021.
Program-program yang dijalankan tersebut menumbuhkan semangat dan harapan para mahasiswa untuk menyambut kembali kuliah tatap muka. Namun, sebagai imbas lonjakan kasus Covid-19, harapan itu harus kembali pupus. Lantas, apa kabar mahasiswa USU dalam menghadapi sistem perkuliahan daring semester ini?
“Membosankan dan kurang semangat dalam berkuliah. Ditambah lagi jika jaringan internet di rumah saya sering tidak stabil karena tinggal di daerah pelosok sehingga menghambat saya dalam mengikuti pembelajaran sewaktu kuliah,” ungkap seorang mahasiswi jurusan ilmu komunikasi yang enggan disebutkan namanya.
Kuliah tatap muka akan terasa lebih asyik dan efektif menurutnya. Hal ini dikarenakan skill yang didapatkan selama perkuliahan akan lebih terasah jika dipraktikkan secara langsung. Namun ia hanya bisa pasrah dengan sistem perkuliahan daring karena pandemi Covid-19 yang belum selesai. Pendapat yang sama pun diungkapkan oleh Gracia, seorang mahasiswi jurusan ilmu komunikasi lainnya. Baginya, permasalahan sinyal internet adalah salah satu penghambat besar yang tidak bisa dikendalikan. Hal tersebut membuatnya jadi kurang bersemangat dalam perkuliahan.
Tidak hanya sisi negatif, beberapa mahasiswa juga menyatakan bahwa ada dampak positif yang didapat selama pelaksanaan kuliah daring. Hal tersebut dirasakan oleh Nabila (FEB) dan Nisa (Administrasi Bisnis). Aktivitas dari rumah memudahkan mereka untuk mengatur waktu perkuliahan dengan organisasi. Selain tempat belajar yang menjadi fleksibel, kedua mahasiswi tersebut menganggap perkuliahan daring menghemat biaya dan tenaga.
Menanggapi harapan mahasiswa, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Ibu Dra. Dewi Kurniawati, M.si., Ph.D memberikan respons. Menurut beliau, memang benar perkuliahan semester ini dijalankan melalui sistem daring mengingat angka kasus positif Covid-19 yang masih tinggi dan pemerintah maupun pihak universitas belum membuka kesempatan untuk melaksanakan kuliah tatap muka.
“Paling tidak sistem perkuliahan daring akan berjalan sampai akhir semester, kalau pun ada rencana kuliah tatap muka paling cepat akan dilaksanakan semester depan sekitar bulan Januari, dan sistemnya masih sebagian offline dan sebagian melalui media daring,” ujar beliau.
Kuliah tatap muka diharapkan dapat berlaku bagi semua mahasiswa dengan catatan jumlah yang hadir akan dibatasi dan waktu pertemuan yang dipersingkat. Peraturan seputar kuliah tatap muka yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun rektor akan menjadi hal yang harus diikuti mengingat proses perancangannya yang melalui kajian mendalam.
Menanggapi kejenuhan mahasiswa, Kaprodi Ilmu Komunikasi berharap seluruh mahasiswa mampu melaluinya dengan ikhtiar dan tetap menjalankan protokol kesehatan, serta selalu berdoa agar pandemi Covid-19 dapat berlalu sehingga perkuliahan tatap muka dapat dimulai.
(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

